Lebaran 2026, Presiden Prabowo Akan Turun Langsung Sapa Warga di Istana

SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyapa langsung masyarakat yang datang ke Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 2026, Sabtu (21/3/2026).

Kehadiran Presiden di tengah masyarakat menjadi bagian dari tradisi silaturahmi Lebaran yang kembali dibuka untuk publik.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden berencana berkeliling di area Istana untuk bertemu dan menyapa warga yang hadir merayakan Idul Fitri.

“Insyaallah Beliau sebagaimana seperti tahun lalu, Beliau nanti akan berkeliling menyapa masyarakat yang berkenan hadir untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri di Istana Merdeka ini,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu.

Prasetyo memperkirakan jumlah masyarakat yang hadir dapat mencapai sekitar 4.000 hingga 5.000 orang.

Pemerintah, kata dia, tidak menerapkan pembatasan ketat bagi pengunjung dan memberikan ruang terbuka bagi warga yang ingin datang secara sukarela.

Prioritaskan Masyarakat, Open House Pejabat Dikurangi

Lebih lanjut, Prasetyo menjelaskan bahwa kebijakan Presiden yang mengutamakan masyarakat dalam perayaan Idul Fitri ini selaras dengan imbauan kepada para pejabat negara agar mengurangi kegiatan open house di instansi masing-masing.

BACA JUGA: 
Sukses Diplomasi Presiden Prabowo, 53 Kelompok Komoditas Pertanian RI Bebas Tarif ke AS

Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat di berbagai daerah yang masih menghadapi tantangan ekonomi.

Pemerintah ingin menghadirkan perayaan Lebaran yang sederhana, namun tetap memiliki makna kebersamaan.

“Oleh karena sebagaimana kita ketahui bersama, masih banyak saudara-saudara kita di berbagai daerah masih mengalami kesulitan-kesulitan. Oleh karena itulah Bapak Presiden memilih untuk memprioritaskan kepada masyarakat umum,” ujarnya.

Selain itu, Prasetyo menegaskan bahwa kehadiran dalam kegiatan open house tidak bersifat wajib bagi pejabat tinggi negara, baik dari kementerian maupun lembaga.

Presiden, menurutnya, tidak ingin membebani para pejabat yang telah memiliki agenda atau kegiatan lain pada Hari Raya Idul Fitri.

SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyapa langsung masyarakat yang datang ke Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 2026, Sabtu (21/3/2026).

Kehadiran Presiden di tengah masyarakat menjadi bagian dari tradisi silaturahmi Lebaran yang kembali dibuka untuk publik.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden berencana berkeliling di area Istana untuk bertemu dan menyapa warga yang hadir merayakan Idul Fitri.

“Insyaallah Beliau sebagaimana seperti tahun lalu, Beliau nanti akan berkeliling menyapa masyarakat yang berkenan hadir untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri di Istana Merdeka ini,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu.

Prasetyo memperkirakan jumlah masyarakat yang hadir dapat mencapai sekitar 4.000 hingga 5.000 orang.

Pemerintah, kata dia, tidak menerapkan pembatasan ketat bagi pengunjung dan memberikan ruang terbuka bagi warga yang ingin datang secara sukarela.

Prioritaskan Masyarakat, Open House Pejabat Dikurangi

Lebih lanjut, Prasetyo menjelaskan bahwa kebijakan Presiden yang mengutamakan masyarakat dalam perayaan Idul Fitri ini selaras dengan imbauan kepada para pejabat negara agar mengurangi kegiatan open house di instansi masing-masing.

BACA JUGA: 
Prabowo: Masih Ada Pimpinan yang Mengecewakan Negara

Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat di berbagai daerah yang masih menghadapi tantangan ekonomi.

Pemerintah ingin menghadirkan perayaan Lebaran yang sederhana, namun tetap memiliki makna kebersamaan.

“Oleh karena sebagaimana kita ketahui bersama, masih banyak saudara-saudara kita di berbagai daerah masih mengalami kesulitan-kesulitan. Oleh karena itulah Bapak Presiden memilih untuk memprioritaskan kepada masyarakat umum,” ujarnya.

Selain itu, Prasetyo menegaskan bahwa kehadiran dalam kegiatan open house tidak bersifat wajib bagi pejabat tinggi negara, baik dari kementerian maupun lembaga.

Presiden, menurutnya, tidak ingin membebani para pejabat yang telah memiliki agenda atau kegiatan lain pada Hari Raya Idul Fitri.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru