Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat di Singapura, Indonesia Kehilangan Tokoh Besar Dunia Usaha

SulawesiPos.com – Pengusaha dan pemilik Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia di Singapura pada Kamis (19/3/2026).

Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh Corporate Affairs Director GDP, Ossi Indra Wardhani.

“Michael Bambang Hartono meninggal di Singapura,” ujarnya di Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Kepergian Michael menjadi kehilangan besar bagi dunia usaha Indonesia, mengingat perannya dalam membangun salah satu kelompok bisnis terbesar di Tanah Air.

Michael Bambang Hartono dikenal luas bersama saudaranya, R. Budi Hartono, sebagai pengembang bisnis di sektor tembakau.

Melalui Djarum, keduanya berhasil menjadikan perusahaan tersebut sebagai salah satu produsen rokok kretek terbesar di Indonesia.

Selain industri tembakau, keluarga Hartono juga memperluas bisnis ke sektor keuangan melalui investasi strategis di Bank Central Asia.

Ekspansi bisnis keluarga Hartono tidak berhenti di sektor konvensional. Mereka turut berperan dalam penawaran umum perdana Global Digital Niaga, induk usaha e-commerce Blibli.

IPO tersebut menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia pada 2022 dengan perolehan dana sekitar USD510 juta.

BACA JUGA: 
Como 1907 Milik Hartono Bersaudara Jadi Sensasi Serie A, Tampil Atraktif dan Banjir Pujian

Portofolio Luas hingga Kendaraan Listrik

Selain perbankan dan digital, bisnis keluarga Hartono juga mencakup sektor properti di Jakarta serta industri elektronik melalui Polytron.

Dalam beberapa tahun terakhir, Polytron mulai merambah industri kendaraan listrik dengan meluncurkan model mobil listrik pada 2025.

Langkah ini menunjukkan diversifikasi bisnis keluarga Hartono yang terus berkembang mengikuti tren global.

SulawesiPos.com – Pengusaha dan pemilik Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia di Singapura pada Kamis (19/3/2026).

Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh Corporate Affairs Director GDP, Ossi Indra Wardhani.

“Michael Bambang Hartono meninggal di Singapura,” ujarnya di Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Kepergian Michael menjadi kehilangan besar bagi dunia usaha Indonesia, mengingat perannya dalam membangun salah satu kelompok bisnis terbesar di Tanah Air.

Michael Bambang Hartono dikenal luas bersama saudaranya, R. Budi Hartono, sebagai pengembang bisnis di sektor tembakau.

Melalui Djarum, keduanya berhasil menjadikan perusahaan tersebut sebagai salah satu produsen rokok kretek terbesar di Indonesia.

Selain industri tembakau, keluarga Hartono juga memperluas bisnis ke sektor keuangan melalui investasi strategis di Bank Central Asia.

Ekspansi bisnis keluarga Hartono tidak berhenti di sektor konvensional. Mereka turut berperan dalam penawaran umum perdana Global Digital Niaga, induk usaha e-commerce Blibli.

IPO tersebut menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia pada 2022 dengan perolehan dana sekitar USD510 juta.

BACA JUGA: 
Como 1907 Milik Hartono Bersaudara Jadi Sensasi Serie A, Tampil Atraktif dan Banjir Pujian

Portofolio Luas hingga Kendaraan Listrik

Selain perbankan dan digital, bisnis keluarga Hartono juga mencakup sektor properti di Jakarta serta industri elektronik melalui Polytron.

Dalam beberapa tahun terakhir, Polytron mulai merambah industri kendaraan listrik dengan meluncurkan model mobil listrik pada 2025.

Langkah ini menunjukkan diversifikasi bisnis keluarga Hartono yang terus berkembang mengikuti tren global.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru