Arus Mudik Sulsel Diprediksi Padat, 5,36 Juta Pemudik Akan Melintasi Trans-Sulawesi

SulawesiPos.com – Arus mudik Lebaran 2026 diprediksi memadati jalur Trans-Sulawesi di wilayah Sulawesi Selatan.

Pemerintah memperkirakan jutaan orang akan melakukan perjalanan pulang kampung melalui jalur darat, sehingga potensi kepadatan kendaraan di sejumlah ruas jalan utama diperkirakan meningkat signifikan.

Pelaksana Tugas Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Selatan, Andi Sanjaya, mengungkapkan bahwa jumlah pemudik yang melintasi jalur Trans-Sulawesi tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 5,36 juta orang.

“Estimasinya sekitar 5,36 juta orang yang akan mudik,” ujarnya, Minggu (15/3/2026) dikutip dari JawaPos Group.

Jumlah tersebut tergolong besar karena mencapai lebih dari setengah total populasi penduduk Sulsel yang diperkirakan sekitar 9,99 juta jiwa.

Kondisi ini membuat jalur Trans-Sulawesi diprediksi menjadi salah satu titik paling sibuk selama periode mudik Lebaran.

Imbauan Istirahat di Rest Area

Pemerintah mengingatkan para pemudik untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan.

Pengendara diminta tidak memaksakan diri berkendara ketika kondisi tubuh sudah mulai lelah.

Baca Juga: 
Jumlah Kendaraan Saat Arus Mudik di Sulsel Naik 5 Persen, Tembus 5,14 Juta Unit

Sanjaya menyarankan pemudik memanfaatkan sejumlah titik peristirahatan yang telah disiapkan pemerintah di beberapa terminal besar di Sulawesi Selatan.

Beberapa terminal yang difungsikan sebagai lokasi rest area antara lain:

  • Terminal Lumpue, Kota Parepare
  • Terminal Pekkae, Kabupaten Barru
  • Terminal Watampone (Petta Ponggawae), Kabupaten Bone
  • Terminal Daya, Kota Makassar

Menurutnya, fasilitas tersebut disediakan agar pemudik dapat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

“Kami berharap tempat-tempat ini bisa dimaksimalkan untuk beristirahat. Jangan sampai kelelahan di jalan, justru membahayakan untuk dirinya dan pengendara lain,” imbau Andi Sanjaya.

Kendaraan Diprediksi Naik

Selain jumlah pemudik, volume kendaraan selama periode mudik Lebaran juga diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan estimasi BPTD, kenaikan pergerakan kendaraan diprediksi mencapai sekitar 9 persen, sementara jumlah penumpang meningkat sekitar 3,87 persen dibandingkan realisasi tahun lalu.

Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan, Andi Erwin Terwo, juga memproyeksikan jumlah kendaraan yang bergerak di wilayah Sulsel selama masa mudik 2026 mencapai sekitar 5,14 juta unit.

Baca Juga: 
Prabowo Kumpulkan Menteri di Hambalang, Bahas Konflik Timur Tengah hingga Mudik Lebaran

Jumlah tersebut terdiri dari sekitar 4,51 juta sepeda motor dan 634 ribu mobil.

“Terdapat peningkatan proyeksi kendaraan di tahun 2026 ini. Sesuai perkiraan data kenaikan nanti kurang lebih lima persen dibanding tahun lalu,” katanya.

Sementara kendaraan yang diprediksi masuk ke wilayah Sulawesi Selatan selama masa mudik diperkirakan berkisar antara 350 ribu hingga 400 ribu unit, dengan pergerakan sekitar 38 ribu kendaraan per hari.

Tingginya mobilitas masyarakat tahun ini juga dipengaruhi oleh panjangnya periode libur nasional yang berdekatan dengan momentum Lebaran.

Selain kondisi jalan yang dinilai semakin baik di berbagai daerah, peningkatan jumlah penumpang kapal laut juga menjadi salah satu faktor yang berpotensi mendorong lonjakan pemudik.

“Informasi KSOP per hari kapal itu 100 ribu orang. Nah, kalau tiga kapal gimana coba. Itu kita antisipasi semua. Dekat ini kami dengan beberapa (stakeholder) rapat khusus,” tambahnya.

Libur Panjang Picu Lonjakan Mudik

Periode angkutan Lebaran tahun 2026 tergolong cukup panjang. Dimulai pada akhir pekan 14-15 Maret, kemudian dilanjutkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara pada 16-17 Maret.

Baca Juga: 
Jelang Mudik Lebaran, Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Diprediksi Tembus 187 Ribu pada 18 Maret

Selanjutnya terdapat cuti bersama Hari Raya Nyepi pada 18-19 Maret, lalu cuti bersama Lebaran pada 20-24 Maret.

Setelah itu, kebijakan WFA kembali diterapkan pada 25-27 Maret, sebelum akhirnya ditutup dengan akhir pekan pada 28-29 Maret.

SulawesiPos.com – Arus mudik Lebaran 2026 diprediksi memadati jalur Trans-Sulawesi di wilayah Sulawesi Selatan.

Pemerintah memperkirakan jutaan orang akan melakukan perjalanan pulang kampung melalui jalur darat, sehingga potensi kepadatan kendaraan di sejumlah ruas jalan utama diperkirakan meningkat signifikan.

Pelaksana Tugas Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Selatan, Andi Sanjaya, mengungkapkan bahwa jumlah pemudik yang melintasi jalur Trans-Sulawesi tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 5,36 juta orang.

“Estimasinya sekitar 5,36 juta orang yang akan mudik,” ujarnya, Minggu (15/3/2026) dikutip dari JawaPos Group.

Jumlah tersebut tergolong besar karena mencapai lebih dari setengah total populasi penduduk Sulsel yang diperkirakan sekitar 9,99 juta jiwa.

Kondisi ini membuat jalur Trans-Sulawesi diprediksi menjadi salah satu titik paling sibuk selama periode mudik Lebaran.

Imbauan Istirahat di Rest Area

Pemerintah mengingatkan para pemudik untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan.

Pengendara diminta tidak memaksakan diri berkendara ketika kondisi tubuh sudah mulai lelah.

Baca Juga: 
Pelindo Prediksi Puncak Mudik di Pelabuhan Makassar H-3 Lebaran, Penumpang Tembus 40 Ribu

Sanjaya menyarankan pemudik memanfaatkan sejumlah titik peristirahatan yang telah disiapkan pemerintah di beberapa terminal besar di Sulawesi Selatan.

Beberapa terminal yang difungsikan sebagai lokasi rest area antara lain:

  • Terminal Lumpue, Kota Parepare
  • Terminal Pekkae, Kabupaten Barru
  • Terminal Watampone (Petta Ponggawae), Kabupaten Bone
  • Terminal Daya, Kota Makassar

Menurutnya, fasilitas tersebut disediakan agar pemudik dapat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

“Kami berharap tempat-tempat ini bisa dimaksimalkan untuk beristirahat. Jangan sampai kelelahan di jalan, justru membahayakan untuk dirinya dan pengendara lain,” imbau Andi Sanjaya.

Kendaraan Diprediksi Naik

Selain jumlah pemudik, volume kendaraan selama periode mudik Lebaran juga diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan estimasi BPTD, kenaikan pergerakan kendaraan diprediksi mencapai sekitar 9 persen, sementara jumlah penumpang meningkat sekitar 3,87 persen dibandingkan realisasi tahun lalu.

Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan, Andi Erwin Terwo, juga memproyeksikan jumlah kendaraan yang bergerak di wilayah Sulsel selama masa mudik 2026 mencapai sekitar 5,14 juta unit.

Baca Juga: 
Tidak Lagi Siaga 1, TNI Turunkan Status ke Siaga 3 dan Prioritaskan Pengamanan Mudik

Jumlah tersebut terdiri dari sekitar 4,51 juta sepeda motor dan 634 ribu mobil.

“Terdapat peningkatan proyeksi kendaraan di tahun 2026 ini. Sesuai perkiraan data kenaikan nanti kurang lebih lima persen dibanding tahun lalu,” katanya.

Sementara kendaraan yang diprediksi masuk ke wilayah Sulawesi Selatan selama masa mudik diperkirakan berkisar antara 350 ribu hingga 400 ribu unit, dengan pergerakan sekitar 38 ribu kendaraan per hari.

Tingginya mobilitas masyarakat tahun ini juga dipengaruhi oleh panjangnya periode libur nasional yang berdekatan dengan momentum Lebaran.

Selain kondisi jalan yang dinilai semakin baik di berbagai daerah, peningkatan jumlah penumpang kapal laut juga menjadi salah satu faktor yang berpotensi mendorong lonjakan pemudik.

“Informasi KSOP per hari kapal itu 100 ribu orang. Nah, kalau tiga kapal gimana coba. Itu kita antisipasi semua. Dekat ini kami dengan beberapa (stakeholder) rapat khusus,” tambahnya.

Libur Panjang Picu Lonjakan Mudik

Periode angkutan Lebaran tahun 2026 tergolong cukup panjang. Dimulai pada akhir pekan 14-15 Maret, kemudian dilanjutkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara pada 16-17 Maret.

Baca Juga: 
Gubernur Sulsel Lepas 500 Pemudik Program Mudik PLN dari Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar

Selanjutnya terdapat cuti bersama Hari Raya Nyepi pada 18-19 Maret, lalu cuti bersama Lebaran pada 20-24 Maret.

Setelah itu, kebijakan WFA kembali diterapkan pada 25-27 Maret, sebelum akhirnya ditutup dengan akhir pekan pada 28-29 Maret.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru