30 C
Makassar
5 March 2026, 13:37 PM WITA

Laporan Media Bantah Kabar Kematian Mahmoud Ahmadinejad, Disebut Selamat dari Upaya Pembunuhan

SulawesiPos.com – Kabar mengenai kematian mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, dilaporkan tidak benar.

Media Iran menyebutkan bahwa Ahmadinejad masih hidup setelah sebelumnya beredar informasi yang menyatakan dirinya tewas.

Informasi tersebut diungkap secara eksklusif oleh Iran International yang mengutip sumber yang mengetahui situasi tersebut.

“Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad masih hidup setelah upaya pembunuhan, menurut sumber yang mengetahui informasi tersebut kepada Iran International, pada Selasa,” tulis laman tersebut yang dikutip Kamis (5/3/2026).

“Sumber tersebut mengatakan Ahmadinejad tidak terluka dan telah dipindahkan ke tempat yang aman,” tambahnya.

Dalam beberapa hari terakhir, media Iran sempat memberitakan informasi yang saling bertentangan terkait nasib Ahmadinejad di tengah meningkatnya serangan militer Israel.

Sejumlah media melaporkan ia telah tewas, sementara lainnya menyatakan belum dapat mengonfirmasi kabar tersebut.

Mengutip laporan Anadolu Agency, Ahmadinejad disebut tetap selamat dan tidak mengalami luka meskipun serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel menargetkan sejumlah tokoh penting serta infrastruktur militer Iran.

Media tersebut merujuk pada keterangan seorang ajudan dekat Ahmadinejad.

“Saya berhubungan dengannya. Semuanya baik-baik saja,” kata penasihat tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim.

Ia menjelaskan bahwa sebuah bangunan yang berkaitan dengan tim pengawal keamanan Ahmadinejad sempat menjadi sasaran serangan.

“Sebuah bangunan yang terkait dengan pengawal keamanannya terkena serangan,” akunya.

Menurutnya, tiga orang pengawal Ahmadinejad yang merupakan anggota Islamic Revolutionary Guard Corps dilaporkan tewas akibat serangan tersebut.

“Tiga pengawalnya-anggota IRGC (Korps Garda Revolusi Islam)-telah tewas,” katanya lagi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kediaman Ahmadinejad tidak terkena dampak serangan karena berada sekitar 100 meter dari lokasi yang disasar.

“Kediamannya sendiri tetap tidak terpengaruh dan tidak menjadi sasaran, berjarak 100 meter dari bangunan itu,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Ahmadinejad pernah menjabat sebagai Presiden Iran selama dua periode, yakni pada 2005 hingga 2013.

Setelah masa jabatannya berakhir, ia kemudian diangkat menjadi anggota Dewan Penentu Kebijakan oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada 2013.

Sementara itu, upaya Ahmadinejad untuk kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada 2017 tidak disetujui karena alasan konstitusional.

SulawesiPos.com – Kabar mengenai kematian mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, dilaporkan tidak benar.

Media Iran menyebutkan bahwa Ahmadinejad masih hidup setelah sebelumnya beredar informasi yang menyatakan dirinya tewas.

Informasi tersebut diungkap secara eksklusif oleh Iran International yang mengutip sumber yang mengetahui situasi tersebut.

“Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad masih hidup setelah upaya pembunuhan, menurut sumber yang mengetahui informasi tersebut kepada Iran International, pada Selasa,” tulis laman tersebut yang dikutip Kamis (5/3/2026).

“Sumber tersebut mengatakan Ahmadinejad tidak terluka dan telah dipindahkan ke tempat yang aman,” tambahnya.

Dalam beberapa hari terakhir, media Iran sempat memberitakan informasi yang saling bertentangan terkait nasib Ahmadinejad di tengah meningkatnya serangan militer Israel.

Sejumlah media melaporkan ia telah tewas, sementara lainnya menyatakan belum dapat mengonfirmasi kabar tersebut.

Mengutip laporan Anadolu Agency, Ahmadinejad disebut tetap selamat dan tidak mengalami luka meskipun serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel menargetkan sejumlah tokoh penting serta infrastruktur militer Iran.

Media tersebut merujuk pada keterangan seorang ajudan dekat Ahmadinejad.

“Saya berhubungan dengannya. Semuanya baik-baik saja,” kata penasihat tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim.

Ia menjelaskan bahwa sebuah bangunan yang berkaitan dengan tim pengawal keamanan Ahmadinejad sempat menjadi sasaran serangan.

“Sebuah bangunan yang terkait dengan pengawal keamanannya terkena serangan,” akunya.

Menurutnya, tiga orang pengawal Ahmadinejad yang merupakan anggota Islamic Revolutionary Guard Corps dilaporkan tewas akibat serangan tersebut.

“Tiga pengawalnya-anggota IRGC (Korps Garda Revolusi Islam)-telah tewas,” katanya lagi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kediaman Ahmadinejad tidak terkena dampak serangan karena berada sekitar 100 meter dari lokasi yang disasar.

“Kediamannya sendiri tetap tidak terpengaruh dan tidak menjadi sasaran, berjarak 100 meter dari bangunan itu,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Ahmadinejad pernah menjabat sebagai Presiden Iran selama dua periode, yakni pada 2005 hingga 2013.

Setelah masa jabatannya berakhir, ia kemudian diangkat menjadi anggota Dewan Penentu Kebijakan oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada 2013.

Sementara itu, upaya Ahmadinejad untuk kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada 2017 tidak disetujui karena alasan konstitusional.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/