31 C
Makassar
4 March 2026, 17:25 PM WITA

Imbas Konflik AS-Israel dan Iran, Empat Kapal Pertamina Terjebak di Timur Tengah

SulawesiPos.com – PT Pertamina (Persero) memastikan keselamatan kapal dan kru perusahaan yang berada di kawasan Timur Tengah tetap terjaga, meski situasi geopolitik di wilayah tersebut memanas.

Saat ini, empat kapal Pertamina tercatat beroperasi di kawasan tersebut, dengan dua di antaranya berada di sekitar Selat Hormuz.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan, posisi kapal-kapal tersebut dipantau secara intensif.

“Jadi saat ini kami terus memantau dan memastikan yang pertama adalah keselamatan dari para awak kapal, kemudian juga terkait dengan aset kapal yang berada di sana,” kata Baron, saat ditemui usai kegiatan Buka Bersama dengan media, Selasa (3/3/2026).

Menurut Baron, hingga saat ini kondisi kapal dan awak dalam keadaan aman.

Pertamina juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta pihak terkait untuk mengantisipasi potensi risiko akibat eskalasi konflik di kawasan.

“Kami berkoordinasi dan berterima kasih kepada seluruh stakeholder, baik dari Kementerian Luar Negeri maupun pihak-pihak terkait yang bisa menyampaikan atau mengamankan aset kami dan para awak yang berada di sana,” tuturnya.

Strategi Pemenuhan BBM Nasional

Pertamina mencatat, sekitar 19% dari impor minyak Indonesia berasal dari Timur Tengah.

Mengantisipasi potensi gangguan pasokan, perusahaan menyiapkan alternatif agar kebutuhan energi nasional tetap terpenuhi.

“Jadi alternatif-alternatif yang sedang kita lakukan tentu dalam proses karena ini baru beberapa hari. Dan nanti kami akan update ke media untuk kesiapan proses alternatif tersebut,” jelas Baron.

Selain itu, Pertamina mengidentifikasi tiga unit bisnis strategis yang bersinggungan langsung dengan dinamika kawasan Timur Tengah:

  • PT Pertamina International Shipping (PIS) Non Captive, menangani pengangkutan energi global.
  • Pertamina Internasional EP (PIEP), mengelola operasi hulu di Basra, Irak.
  • Pertamina Patra Niaga, bertugas dalam pengadaan minyak mentah dan produk dari Timur Tengah.

SulawesiPos.com – PT Pertamina (Persero) memastikan keselamatan kapal dan kru perusahaan yang berada di kawasan Timur Tengah tetap terjaga, meski situasi geopolitik di wilayah tersebut memanas.

Saat ini, empat kapal Pertamina tercatat beroperasi di kawasan tersebut, dengan dua di antaranya berada di sekitar Selat Hormuz.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan, posisi kapal-kapal tersebut dipantau secara intensif.

“Jadi saat ini kami terus memantau dan memastikan yang pertama adalah keselamatan dari para awak kapal, kemudian juga terkait dengan aset kapal yang berada di sana,” kata Baron, saat ditemui usai kegiatan Buka Bersama dengan media, Selasa (3/3/2026).

Menurut Baron, hingga saat ini kondisi kapal dan awak dalam keadaan aman.

Pertamina juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta pihak terkait untuk mengantisipasi potensi risiko akibat eskalasi konflik di kawasan.

“Kami berkoordinasi dan berterima kasih kepada seluruh stakeholder, baik dari Kementerian Luar Negeri maupun pihak-pihak terkait yang bisa menyampaikan atau mengamankan aset kami dan para awak yang berada di sana,” tuturnya.

Strategi Pemenuhan BBM Nasional

Pertamina mencatat, sekitar 19% dari impor minyak Indonesia berasal dari Timur Tengah.

Mengantisipasi potensi gangguan pasokan, perusahaan menyiapkan alternatif agar kebutuhan energi nasional tetap terpenuhi.

“Jadi alternatif-alternatif yang sedang kita lakukan tentu dalam proses karena ini baru beberapa hari. Dan nanti kami akan update ke media untuk kesiapan proses alternatif tersebut,” jelas Baron.

Selain itu, Pertamina mengidentifikasi tiga unit bisnis strategis yang bersinggungan langsung dengan dinamika kawasan Timur Tengah:

  • PT Pertamina International Shipping (PIS) Non Captive, menangani pengangkutan energi global.
  • Pertamina Internasional EP (PIEP), mengelola operasi hulu di Basra, Irak.
  • Pertamina Patra Niaga, bertugas dalam pengadaan minyak mentah dan produk dari Timur Tengah.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/