29 C
Makassar
2 March 2026, 19:33 PM WITA

Breaking! Iran Ambil Sikap Keras, Ali Larijani Tolak Negosiasi dengan AS!

SulawesiPos.com – Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan bahwa pihaknya menolak melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat.

Pernyataan ini disampaikan melalui unggahan di platform X, Senin (2/3/2026), untuk membantah laporan Wall Street Journal yang dikutip Al Jazeera, yang menyebut Larijani diduga mengajukan inisiatif pembicaraan dengan Washington melalui perantara dari Kesultanan Oman.

“Kami tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat,” tulis Ali Larijani.

Hal ini menegaskan sikap tegas Iran di tengah eskalasi konflik yang terus berlangsung sejak serangan gabungan AS-Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Sabtu (28/2/2026).

Penolakan ini datang di tengah peningkatan ketegangan di wilayah Teluk, termasuk penutupan Selat Hormuz oleh Iran dan serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut.

Dampak dari penutupan selat energi ini sudah terasa secara global, termasuk kenaikan harga minyak dunia dan tekanan terhadap impor energi Indonesia.

Sejak wafatnya Khamenei, Ali Larijani muncul sebagai salah satu figur paling berpengaruh di Iran, memegang kendali tertinggi sementara sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional.

Secara terpisah, Larijani juga sebelumnya sempat bersumpah akan membalas Amerika Serikat dan Israel menyusul kematian Khamenei.

“Kita akan menyerang mereka dengan kekuatan yang belum pernah mereka alami sebelumnya,” tulis Ali Larijani di akun X miliknya.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga mengatakan hal serupa, bahwa negaranya memandang balas dendam sebagai “hak dan kewajiban yang sah.”

“Iran menganggap sebagai tugas dan hak yang sah untuk membalas para pelaku dan dalang kejahatan bersejarah ini,” tegas Pezeshkian, Minggu (1/3/2026).

SulawesiPos.com – Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan bahwa pihaknya menolak melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat.

Pernyataan ini disampaikan melalui unggahan di platform X, Senin (2/3/2026), untuk membantah laporan Wall Street Journal yang dikutip Al Jazeera, yang menyebut Larijani diduga mengajukan inisiatif pembicaraan dengan Washington melalui perantara dari Kesultanan Oman.

“Kami tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat,” tulis Ali Larijani.

Hal ini menegaskan sikap tegas Iran di tengah eskalasi konflik yang terus berlangsung sejak serangan gabungan AS-Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Sabtu (28/2/2026).

Penolakan ini datang di tengah peningkatan ketegangan di wilayah Teluk, termasuk penutupan Selat Hormuz oleh Iran dan serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut.

Dampak dari penutupan selat energi ini sudah terasa secara global, termasuk kenaikan harga minyak dunia dan tekanan terhadap impor energi Indonesia.

Sejak wafatnya Khamenei, Ali Larijani muncul sebagai salah satu figur paling berpengaruh di Iran, memegang kendali tertinggi sementara sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional.

Secara terpisah, Larijani juga sebelumnya sempat bersumpah akan membalas Amerika Serikat dan Israel menyusul kematian Khamenei.

“Kita akan menyerang mereka dengan kekuatan yang belum pernah mereka alami sebelumnya,” tulis Ali Larijani di akun X miliknya.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga mengatakan hal serupa, bahwa negaranya memandang balas dendam sebagai “hak dan kewajiban yang sah.”

“Iran menganggap sebagai tugas dan hak yang sah untuk membalas para pelaku dan dalang kejahatan bersejarah ini,” tegas Pezeshkian, Minggu (1/3/2026).

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/