29 C
Makassar
2 March 2026, 18:28 PM WITA

Try Sutrisno dalam Kenangan Yusril: Ramah pada Generasi Muda dan Negarawan yang Bersahaja

SulawesiPos.com – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengenang Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno sebagai pribadi yang ikhlas, tegas dalam pendirian, dan konsisten dalam pengabdian kepada bangsa.

Yusril mengaku telah mengenal almarhum sejak awal dekade 1980-an, ketika Try menjabat sebagai Panglima Kodam Jaya pada 1983.

Hubungan tersebut berlanjut saat Yusril mulai bertugas di Sekretariat Negara pada 1993, bertepatan dengan awal masa jabatan Try sebagai Wakil Presiden RI.

Pada masa itu, Yusril bertugas menyiapkan berbagai naskah kepresidenan, termasuk teks pidato wakil presiden, di bawah arahan mantan Menteri Sekretaris Negara Moerdiono.

“Sesekali saya bertemu dengan Pak Try. Beliau sangat baik, ramah, dan menghargai kami yang saat itu masih tergolong generasi muda,” kenangnya.

Menurut Yusril, interaksinya dengan Try semakin intens ketika ia menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara pada era Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Saat itu, Yusril ditugaskan untuk berkomunikasi dengan Try terkait gagasan kembali ke naskah asli UUD 1945 yang disahkan pada 18 Agustus 1945.

“Beliau adalah pribadi yang ikhlas dan teguh pendirian. Dalam berbagai diskusi kebangsaan, saya melihat komitmen beliau yang kuat terhadap konstitusi dan masa depan negara,” ujarnya.

Yusril juga mengaku beberapa kali berkunjung ke kediaman Try di kawasan Menteng, Jakarta, dan selalu disambut dengan penuh keramahan.

Bagi Yusril, Try Sutrisno adalah figur teladan yang menunjukkan bahwa pengabdian kepada bangsa tidak selalu ditunjukkan dengan retorika besar, melainkan melalui konsistensi, integritas, dan kerendahan hati sepanjang hayat.

Ia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Try Sutrisno, yang meninggal dunia pada usia 90 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan jajaran Kemenko Kumham Imipas, saya menyampaikan doa terbaik. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya,” tutur Yusril.

SulawesiPos.com – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengenang Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno sebagai pribadi yang ikhlas, tegas dalam pendirian, dan konsisten dalam pengabdian kepada bangsa.

Yusril mengaku telah mengenal almarhum sejak awal dekade 1980-an, ketika Try menjabat sebagai Panglima Kodam Jaya pada 1983.

Hubungan tersebut berlanjut saat Yusril mulai bertugas di Sekretariat Negara pada 1993, bertepatan dengan awal masa jabatan Try sebagai Wakil Presiden RI.

Pada masa itu, Yusril bertugas menyiapkan berbagai naskah kepresidenan, termasuk teks pidato wakil presiden, di bawah arahan mantan Menteri Sekretaris Negara Moerdiono.

“Sesekali saya bertemu dengan Pak Try. Beliau sangat baik, ramah, dan menghargai kami yang saat itu masih tergolong generasi muda,” kenangnya.

Menurut Yusril, interaksinya dengan Try semakin intens ketika ia menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara pada era Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Saat itu, Yusril ditugaskan untuk berkomunikasi dengan Try terkait gagasan kembali ke naskah asli UUD 1945 yang disahkan pada 18 Agustus 1945.

“Beliau adalah pribadi yang ikhlas dan teguh pendirian. Dalam berbagai diskusi kebangsaan, saya melihat komitmen beliau yang kuat terhadap konstitusi dan masa depan negara,” ujarnya.

Yusril juga mengaku beberapa kali berkunjung ke kediaman Try di kawasan Menteng, Jakarta, dan selalu disambut dengan penuh keramahan.

Bagi Yusril, Try Sutrisno adalah figur teladan yang menunjukkan bahwa pengabdian kepada bangsa tidak selalu ditunjukkan dengan retorika besar, melainkan melalui konsistensi, integritas, dan kerendahan hati sepanjang hayat.

Ia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Try Sutrisno, yang meninggal dunia pada usia 90 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan jajaran Kemenko Kumham Imipas, saya menyampaikan doa terbaik. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya,” tutur Yusril.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/