31 C
Makassar
2 March 2026, 17:35 PM WITA

Imbas Konflik AS-Iran, Hampir 60 Ribu Jamaah Umrah Indonesia Tertahan di Arab Saudi

SulawesiPos.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah berdampak langsung pada mobilitas udara kawasan tersebut.

Sejumlah bandara menghentikan operasional sementara dan beberapa maskapai membatalkan penerbangan menyusul eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Dampaknya terasa hingga ke Indonesia. Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), sebanyak 58.873 jamaah umrah asal Indonesia saat ini masih berada di Arab Saudi.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terkait kepulangan mereka ke Tanah Air.

Pejabat Kementerian Haji dan Umrah, Puji Raharjo, meminta para jamaah untuk tetap tenang dan tidak terpancing kepanikan.

“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” ujar Puji Raharjo dalam keterangan tertulis Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI dikutip Senin (2/3/2026).

Menurutnya, keselamatan jamaah menjadi prioritas utama pemerintah.

Koordinasi terus dilakukan dengan Kantor Urusan Haji, KJRI Jeddah, dan KBRI Riyadh untuk memantau perkembangan situasi serta memastikan perlindungan maksimal bagi warga negara Indonesia.

“Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Imbauan Penundaan Umrah

Di tengah situasi yang belum stabil, pemerintah juga mengeluarkan imbauan bagi calon jamaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat agar menunda perjalanan mereka.

Langkah ini diambil sebagai bentuk mitigasi risiko.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan bahwa eskalasi konflik yang meningkat membuat kondisi keamanan kawasan menjadi dinamis dan sulit diprediksi.

Karena itu, penundaan keberangkatan dinilai sebagai langkah paling aman saat ini.

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jamaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujarnya di Jakarta, Minggu (1/3/2026).

SulawesiPos.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah berdampak langsung pada mobilitas udara kawasan tersebut.

Sejumlah bandara menghentikan operasional sementara dan beberapa maskapai membatalkan penerbangan menyusul eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Dampaknya terasa hingga ke Indonesia. Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), sebanyak 58.873 jamaah umrah asal Indonesia saat ini masih berada di Arab Saudi.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terkait kepulangan mereka ke Tanah Air.

Pejabat Kementerian Haji dan Umrah, Puji Raharjo, meminta para jamaah untuk tetap tenang dan tidak terpancing kepanikan.

“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” ujar Puji Raharjo dalam keterangan tertulis Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI dikutip Senin (2/3/2026).

Menurutnya, keselamatan jamaah menjadi prioritas utama pemerintah.

Koordinasi terus dilakukan dengan Kantor Urusan Haji, KJRI Jeddah, dan KBRI Riyadh untuk memantau perkembangan situasi serta memastikan perlindungan maksimal bagi warga negara Indonesia.

“Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Imbauan Penundaan Umrah

Di tengah situasi yang belum stabil, pemerintah juga mengeluarkan imbauan bagi calon jamaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat agar menunda perjalanan mereka.

Langkah ini diambil sebagai bentuk mitigasi risiko.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan bahwa eskalasi konflik yang meningkat membuat kondisi keamanan kawasan menjadi dinamis dan sulit diprediksi.

Karena itu, penundaan keberangkatan dinilai sebagai langkah paling aman saat ini.

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jamaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujarnya di Jakarta, Minggu (1/3/2026).

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/