31 C
Makassar
2 March 2026, 17:18 PM WITA

Dirut Bulog Sidak Pasar Terong Makassar, Harga Pangan Pokok Terpantau Stabil Jelang Lebaran

SulawesiPos.com – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Terong, Makassar, Sulawesi Selatan.

Dari hasil pemantauan, harga sejumlah komoditas pangan pokok di pasar tersebut terpantau relatif stabil.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan stabilitas harga bahan pangan selama Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.

Ahmad Rizal menilai pengawasan yang dilakukan secara rutin berperan penting dalam menjaga daya beli masyarakat.

“Temuan lapangan ini menjadi sinyal penting bahwa pengawasan rutin efektif menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya saat melakukan pengecekan di Pasar Terong, Minggu (1/3/2026).

Berdasarkan hasil sidak, sejumlah komoditas utama seperti beras SPHP, minyak goreng, gula, dan tepung terpantau dijual sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Harga daging sapi bahkan tercatat berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP).

“Gula dan tepung stabil. Harga daging sapi bahkan di bawah HAP sekitar Rp120.000/kg dari acuan Rp140.000. Harga ayam di kisaran Rp32.000–33.000/kg. Ini menunjukkan stabilitas harga cukup terjaga,” kata dia.

Selain itu, harga cabai merah keriting di Pasar Terong berada di kisaran Rp20.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga di Jakarta yang mencapai sekitar Rp30.000 per kilogram.

Sementara cabai rawit dijual Rp60.000 per kilogram, juga lebih rendah dibandingkan Jakarta yang mendekati Rp70.000 per kilogram.

Dorong Pengawasan Rutin Hingga Idulfitri

Ahmad Rizal mendorong agar pengawasan harga dilakukan secara rutin, minimal tiga kali dalam sepekan, oleh Satgas Pangan Provinsi Sulawesi Selatan bersama pengelola pasar dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga harga tetap terkendali hingga Idulfitri.

“Kita ingin agar pengecer tidak memanfaatkan momentum Ramadan dan Lebaran untuk menaikkan harga,” pesannya kepada para pedagang pasar di Makassar, Minggu.

Menurutnya, pengawasan berkala mampu mencegah praktik spekulasi harga.

Penerapan HET dan HAP di tingkat kios juga memudahkan konsumen ikut mengawasi harga di lapangan.

Selain menjaga stabilitas harga, pengawasan rutin juga berperan dalam mempertahankan daya beli masyarakat, membantu rumah tangga merencanakan kebutuhan belanja jelang hari besar, serta menjamin ketersediaan pasokan melalui pengendalian stok dan distribusi.

Ia menambahkan, transparansi rantai pasok akan semakin terbuka dengan pengawasan berkelanjutan.

Keberadaan pengecer yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) juga memudahkan penindakan jika ditemukan pelanggaran.

“Dengan pengawasan konsisten dan pasokan yang aman, stabilitas harga di pasar tradisional bukan sekadar wacana tapi kerja kolaboratif yang nyata,” urai Ahmad Rizal.

SulawesiPos.com – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Terong, Makassar, Sulawesi Selatan.

Dari hasil pemantauan, harga sejumlah komoditas pangan pokok di pasar tersebut terpantau relatif stabil.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan stabilitas harga bahan pangan selama Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.

Ahmad Rizal menilai pengawasan yang dilakukan secara rutin berperan penting dalam menjaga daya beli masyarakat.

“Temuan lapangan ini menjadi sinyal penting bahwa pengawasan rutin efektif menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya saat melakukan pengecekan di Pasar Terong, Minggu (1/3/2026).

Berdasarkan hasil sidak, sejumlah komoditas utama seperti beras SPHP, minyak goreng, gula, dan tepung terpantau dijual sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Harga daging sapi bahkan tercatat berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP).

“Gula dan tepung stabil. Harga daging sapi bahkan di bawah HAP sekitar Rp120.000/kg dari acuan Rp140.000. Harga ayam di kisaran Rp32.000–33.000/kg. Ini menunjukkan stabilitas harga cukup terjaga,” kata dia.

Selain itu, harga cabai merah keriting di Pasar Terong berada di kisaran Rp20.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga di Jakarta yang mencapai sekitar Rp30.000 per kilogram.

Sementara cabai rawit dijual Rp60.000 per kilogram, juga lebih rendah dibandingkan Jakarta yang mendekati Rp70.000 per kilogram.

Dorong Pengawasan Rutin Hingga Idulfitri

Ahmad Rizal mendorong agar pengawasan harga dilakukan secara rutin, minimal tiga kali dalam sepekan, oleh Satgas Pangan Provinsi Sulawesi Selatan bersama pengelola pasar dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga harga tetap terkendali hingga Idulfitri.

“Kita ingin agar pengecer tidak memanfaatkan momentum Ramadan dan Lebaran untuk menaikkan harga,” pesannya kepada para pedagang pasar di Makassar, Minggu.

Menurutnya, pengawasan berkala mampu mencegah praktik spekulasi harga.

Penerapan HET dan HAP di tingkat kios juga memudahkan konsumen ikut mengawasi harga di lapangan.

Selain menjaga stabilitas harga, pengawasan rutin juga berperan dalam mempertahankan daya beli masyarakat, membantu rumah tangga merencanakan kebutuhan belanja jelang hari besar, serta menjamin ketersediaan pasokan melalui pengendalian stok dan distribusi.

Ia menambahkan, transparansi rantai pasok akan semakin terbuka dengan pengawasan berkelanjutan.

Keberadaan pengecer yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) juga memudahkan penindakan jika ditemukan pelanggaran.

“Dengan pengawasan konsisten dan pasokan yang aman, stabilitas harga di pasar tradisional bukan sekadar wacana tapi kerja kolaboratif yang nyata,” urai Ahmad Rizal.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/