SulawesiPos.com – Sulawesi Selatan menatap ambisi besar dalam sektor properti. DPD Real Estat Indonesia (REI) Sulsel menargetkan pembangunan 30 ribu unit rumah setiap tahun sebagai dukungan nyata terhadap program nasional 3 juta rumah.
Tahun lalu, dari sekitar 300 anggota REI di Sulsel, tercatat 22 hingga hampir 25 ribu unit rumah berhasil dibangun.
Angka ini menempatkan Sulsel di posisi tiga besar nasional untuk produksi rumah subsidi, meski jumlah penduduk provinsi ini hanya sekitar 8 juta jiwa, jauh lebih kecil dibandingkan provinsi padat seperti Jawa Timur atau Jawa Barat yang mencapai 40 juta jiwa.
Menurut Sekretaris REI Sulsel, Khoiruman, potensi pasar di Sulsel masih sangat menjanjikan.
“Artinya potensi pasar di Sulawesi Selatan masih sangat bagus dan anggota kita cukup produktif,” katanya, Rabu (25/2/2026) dikutip dari JawaPos Group.
Namun, tidak semua berjalan mulus. Tantangan terbesar adalah keterbatasan lahan akibat kebijakan perlindungan pertanian seperti LP2B dan LSD, yang membatasi ruang untuk pembangunan perumahan.
Selain itu, sistem berbasis koordinat untuk menentukan kelayakan lahan juga bisa memicu risiko investasi bagi pengembang.
Khoiruman berharap pemerintah daerah dapat menyesuaikan regulasi agar selaras dengan kebijakan pusat.
“Pemerintah pusat sudah memberikan stimulus. Harapannya pemerintah daerah bisa mensinkronkan kebijakan agar tidak ada kebijakan pusat yang berbeda dengan implementasi di daerah,” pungkasnya.

