Kebakaran Hanguskan 1 Unit Kos-kosan di Makassar, 7 Unit Armada Dikerahkan

SulawesiPos.com – Kebakaran menghanguskan satu unit kos-kosan di Jalan Perintis Kemerdekaan 6, Tamalanrea, Kota Makassar, Rabu (18/2/2026) malam, sebanyak 7 unit armada pemadan kebakaran dikerahkan.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar menerima laporan pada pukul 20.18 Wita dan sampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar pukul 20.30 Wita.

“Delapan unit armada kami turunkan, terdiri dari tiga unit Pos BTP, dua unit Pos KIMA, dan dua unit Posko Timur, dibantu personel gabungan di lapangan,” kata Kepala Dinas Damkarmat Makassar, Fadhli Wellang dalam keterangannya, Kamis (19/02) dini hari.

Rumah dalam Kondisi Kosong saat Terbakar

Objek yang terbakar merupakan rumah indekos atau kos-kosan bernama Pondok Mekar yang berukuran kurang lebih 15×20 meter.

Rumah ini merupakan bangunan semi permanen yang memiliki lantai dasar semen, sementara lantai dua berbahan dasar kayu.

Saat kejadian, rumah tersebut dalam kondisi kosong karena para penghuni sedang melaksanakan Salat Isya dan Tarawih di masjid.

BACA JUGA: 
Breaking News, Tiga Rumah di Bengo Ludes Terbakar, Salah Satunya Milik Sekcam Amali

“Katanya penghuni lagi ke masjid, sehingga warga agak terlambat melapor. Dugaan sementara titik api berasal dari lantai dua, tapi penyebab pastinya masih dalam penyelidikan,” jelas Fadhli.

Kebakaran menghanguskan satu unit kos-kosan di Jalan Perintis Kemerdekaan 6, Tamalanrea, Kota Makassar, Rabu
Kebakaran menghanguskan satu unit kos-kosan di Jalan Perintis Kemerdekaan 6, Tamalanrea, Kota Makassar, Rabu (18/2/2026) malam. Dok. Damkarmat.

Setelah hampir satu jam penanganan, kobaran api berhasil ditaklukkan pada pukul 21.09 Wita.

RT setempat menyebutkan, pemilik rumah tersebut adalah warga bernama Intan.

Adapun korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini nihil sebab rumah dalam keadaan kosong saat kebakaran terjadi.

Meski begitu, diketahui kerugian material diperkirakan cukup signifikan sebab sebagian besar bangunan terdampak kobaran api.

Armada dan personel Damkar kemudian meninggalkan lokasi pada pukul 22.05 Wita, setelah memastikan situasi aman dan tidak ada lagi titik api.

SulawesiPos.com – Kebakaran menghanguskan satu unit kos-kosan di Jalan Perintis Kemerdekaan 6, Tamalanrea, Kota Makassar, Rabu (18/2/2026) malam, sebanyak 7 unit armada pemadan kebakaran dikerahkan.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar menerima laporan pada pukul 20.18 Wita dan sampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar pukul 20.30 Wita.

“Delapan unit armada kami turunkan, terdiri dari tiga unit Pos BTP, dua unit Pos KIMA, dan dua unit Posko Timur, dibantu personel gabungan di lapangan,” kata Kepala Dinas Damkarmat Makassar, Fadhli Wellang dalam keterangannya, Kamis (19/02) dini hari.

Rumah dalam Kondisi Kosong saat Terbakar

Objek yang terbakar merupakan rumah indekos atau kos-kosan bernama Pondok Mekar yang berukuran kurang lebih 15×20 meter.

Rumah ini merupakan bangunan semi permanen yang memiliki lantai dasar semen, sementara lantai dua berbahan dasar kayu.

Saat kejadian, rumah tersebut dalam kondisi kosong karena para penghuni sedang melaksanakan Salat Isya dan Tarawih di masjid.

BACA JUGA: 
Api Pertama Kali Terlihat dari Atap, Rumah Sekcam Amali di Bengo Ludes Terbakar karena Korsleting Listrik

“Katanya penghuni lagi ke masjid, sehingga warga agak terlambat melapor. Dugaan sementara titik api berasal dari lantai dua, tapi penyebab pastinya masih dalam penyelidikan,” jelas Fadhli.

Kebakaran menghanguskan satu unit kos-kosan di Jalan Perintis Kemerdekaan 6, Tamalanrea, Kota Makassar, Rabu
Kebakaran menghanguskan satu unit kos-kosan di Jalan Perintis Kemerdekaan 6, Tamalanrea, Kota Makassar, Rabu (18/2/2026) malam. Dok. Damkarmat.

Setelah hampir satu jam penanganan, kobaran api berhasil ditaklukkan pada pukul 21.09 Wita.

RT setempat menyebutkan, pemilik rumah tersebut adalah warga bernama Intan.

Adapun korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini nihil sebab rumah dalam keadaan kosong saat kebakaran terjadi.

Meski begitu, diketahui kerugian material diperkirakan cukup signifikan sebab sebagian besar bangunan terdampak kobaran api.

Armada dan personel Damkar kemudian meninggalkan lokasi pada pukul 22.05 Wita, setelah memastikan situasi aman dan tidak ada lagi titik api.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru