SulawesiPos.com – Pemerintah mulai menyalurkan bantuan stimulan bagi korban bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Aceh.
Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh, Safrizal ZA, mengatakan distribusi bantuan dipimpin langsung pejabat pusat, di antaranya Menko PMK Pratikno dan Mendagri Tito Karnavian.
“Bantuan untuk Aceh Tamiang yang terparah terdampak banjir dan longsor diserahkan oleh menteri dalam negeri, kepala BPI Danantara, dirjen Bina Adwil Kemendagri, serta unsur pengarah BNPB,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Di Aceh Tamiang, bantuan diberikan kepada 2.813 KK rumah yang rusak ringan dan 2.345 KK rumah rusak sedang dengan total bantuan stimulan mencapai Rp. 112.545.000.000.
Penyaluran di Daerah Lain
Bantuan juga disalurkan di berbagai wilayah lain:
Di Lhokseumawe, bantuan untuk 23 KK rusak ringan dan 1.178 KK rusak berat dengan total bantuan Rp35.685.000.000
Di Aceh Barat, bantuan untuk 49 KK rusak ringan dan 24 KK rusak sedang dengan total bantuan Rp1.455.000.000
Di Aceh Selatan, bantuan diberikan kepada 2.333 KK rusak ringan dan 41 KK rusak sedang dengan total bantuan Rp4.725.000.000
Di Aceh Tenggara, pemerintah memberi stimulus bantuan ke 31 KK rusak ringan dan 34 KK rusak sedang, dengan total bantuan mencapai Rp1.485.000.000
Wilayah Tambahan Penerima Bantuan
Nagan Raya: Rp3.735.000.000 (89 ringan, 80 sedang)
Bener Meriah: Rp4.290.000.000 (118 ringan, 84 sedang)
Subulussalam: Rp17.865.000.000 (1.043 ringan, 74 sedang)
Aceh Timur: Rp118.935.000.000 (2.702 ringan, 2.611 sedang)
Aceh Singkil: Rp8.520.000.000 (472 ringan, 48 sedang)
Gayo Lues: Rp315.000.000 (3 ringan, 9 sedang)
Selain itu, bantuan lain senilai Rp32.175.000.000 juga disalurkan kepada 1.215 KK rumah rusak ringan dan 465 KK rumah rusak berat, yang diserahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Suharyanto.
Safrizal menegaskan bantuan stimulan merupakan bentuk kehadiran negara bagi masyarakat terdampak.
“Bantuan stimulan ini sebagai kepedulian dan kehadiran negara kepada warga yang terdampak bencana banjir dan longsor. Negara selalu hadir dalam setiap bencana,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan optimal untuk merehabilitasi rumah warga.

