23 C
Makassar
14 February 2026, 7:41 AM WITA

Calvin Verdonk Bangga Jadi Pemain Indonesia Pertama di Ligue 1, Tegaskan Lille Tak Bisa Dibandingkan dengan NEC

Overview

  • Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, mengungkapkan rasa bangganya menjadi pemain Indonesia pertama yang tampil di kompetisi tertinggi Liga Prancis, Ligue 1.
  • Pemain yang kini membela Lille OSC itu menilai kualitas Ligue 1 berada di level yang sangat tinggi dan tidak bisa dibandingkan dengan Eredivisie bersama NEC Nijmegen.
  • Verdonk juga berharap pencapaiannya bisa menjadi inspirasi bagi pesepak bola Indonesia untuk menembus kompetisi elite Eropa.

SulawesiPos.com — Bek kiri andalan Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, menegaskan kebanggaannya setelah mencatatkan sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang merumput di kasta tertinggi sepak bola Prancis, Ligue 1.

Bersama Lille OSC, Verdonk merasakan atmosfer kompetisi yang menurutnya berada di level yang jauh berbeda dibandingkan pengalaman sebelumnya di Belanda.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari Goal.com, Verdonk menyebut pencapaiannya sebagai sebuah kebanggaan besar, bukan hanya secara pribadi, tetapi juga untuk Indonesia.

Ia menyadari statusnya sebagai pemain Indonesia pertama di Ligue 1 membawa tanggung jawab moral untuk menunjukkan bahwa talenta Tanah Air mampu bersaing di panggung tertinggi Eropa.

“Ini membuat saya bangga. Saya adalah pemain Indonesia pertama di Ligue 1. Tentu perasaan itu membanggakan, dan saya berharap bisa menunjukkan kepada masyarakat Indonesia bahwa mereka juga bisa mencapai level tertinggi,” ungkap Verdonk.

Tak Bisa Bandingkan NEC dan Lille

Sebelum hijrah ke Prancis, Verdonk memperkuat NEC Nijmegen di kompetisi Eredivisie.

Namun, ia secara terbuka mengakui bahwa membandingkan NEC dengan Lille bukanlah hal yang tepat.

Menurutnya, perbedaan kualitas tim, kedalaman skuad, hingga level kompetisi membuat kedua klub tersebut berada dalam konteks yang berbeda.

Lille, yang rutin bersaing di papan atas Ligue 1 dan kerap tampil di kompetisi Eropa, dinilai memiliki standar permainan yang jauh lebih tinggi.

“Saya rasa Anda tidak bisa membandingkan NEC dengan Lille. Perbedaannya sangat besar. Lille adalah tim yang lebih besar, saya bermain dengan pemain yang kualitasnya sangat tinggi, dan liganya juga berada di level yang berbeda,” jelasnya.

Overview

  • Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, mengungkapkan rasa bangganya menjadi pemain Indonesia pertama yang tampil di kompetisi tertinggi Liga Prancis, Ligue 1.
  • Pemain yang kini membela Lille OSC itu menilai kualitas Ligue 1 berada di level yang sangat tinggi dan tidak bisa dibandingkan dengan Eredivisie bersama NEC Nijmegen.
  • Verdonk juga berharap pencapaiannya bisa menjadi inspirasi bagi pesepak bola Indonesia untuk menembus kompetisi elite Eropa.

SulawesiPos.com — Bek kiri andalan Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, menegaskan kebanggaannya setelah mencatatkan sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang merumput di kasta tertinggi sepak bola Prancis, Ligue 1.

Bersama Lille OSC, Verdonk merasakan atmosfer kompetisi yang menurutnya berada di level yang jauh berbeda dibandingkan pengalaman sebelumnya di Belanda.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari Goal.com, Verdonk menyebut pencapaiannya sebagai sebuah kebanggaan besar, bukan hanya secara pribadi, tetapi juga untuk Indonesia.

Ia menyadari statusnya sebagai pemain Indonesia pertama di Ligue 1 membawa tanggung jawab moral untuk menunjukkan bahwa talenta Tanah Air mampu bersaing di panggung tertinggi Eropa.

“Ini membuat saya bangga. Saya adalah pemain Indonesia pertama di Ligue 1. Tentu perasaan itu membanggakan, dan saya berharap bisa menunjukkan kepada masyarakat Indonesia bahwa mereka juga bisa mencapai level tertinggi,” ungkap Verdonk.

Tak Bisa Bandingkan NEC dan Lille

Sebelum hijrah ke Prancis, Verdonk memperkuat NEC Nijmegen di kompetisi Eredivisie.

Namun, ia secara terbuka mengakui bahwa membandingkan NEC dengan Lille bukanlah hal yang tepat.

Menurutnya, perbedaan kualitas tim, kedalaman skuad, hingga level kompetisi membuat kedua klub tersebut berada dalam konteks yang berbeda.

Lille, yang rutin bersaing di papan atas Ligue 1 dan kerap tampil di kompetisi Eropa, dinilai memiliki standar permainan yang jauh lebih tinggi.

“Saya rasa Anda tidak bisa membandingkan NEC dengan Lille. Perbedaannya sangat besar. Lille adalah tim yang lebih besar, saya bermain dengan pemain yang kualitasnya sangat tinggi, dan liganya juga berada di level yang berbeda,” jelasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru