27 C
Makassar
18 January 2026, 17:36 PM WITA

Menjelajah Kawasan Adat Segeri: Bertemu Bissu, Penjaga Tradisi Bugis

Bissu adalah kaum pendeta yang tidak tergolong laki-laki maupun perempuan, melainkan memadukan keduanya.

Mereka dianggap separuh manusia dan separuh dewa, berperan sebagai penghubung antara dunia manusia dan dunia spiritual.

Peran Bissu dalam Kehidupan Sosial

Di masa lampau, Bissu berperan sebagai penasihat spiritual kerajaan dan satu-satunya yang dapat berkomunikasi dengan dewa melalui ritual khusus, menggunakan bahasa langit Basa Torilangi.

Dalam kosmologi Bugis, terdapat tiga dunia: Botting Langik (Dunia Atas), Kale Lino (Dunia Tengah), dan Paratiki (Dunia Bawah). Ketiga dunia ini saling berkaitan, dan Bissu menjadi penghubung di antara mereka.

Meski jumlah Bissu saat ini semakin berkurang, generasi Bissu di Segeri terus merawat tradisi ini dengan penuh dedikasi.

Mereka percaya bahwa peran mereka menebar kasih sayang dan menjaga keseimbangan alam di sekitarnya.

Upacara Mappalili: Wisata Budaya yang Sakral

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah bulan November, ketika diadakan upacara Mappalili, ritual menyambut musim tanam.

Upacara ini dipimpin oleh para Bissu yang membacakan mantra Matesu Arajang untuk memohon restu Dewata agar panen berjalan baik.

Baca Juga: 
Monumen Mandala, Saksi Perlawanan Indonesia Timur yang Berdiri Tegak di Jantung Makassar

Bissu adalah kaum pendeta yang tidak tergolong laki-laki maupun perempuan, melainkan memadukan keduanya.

Mereka dianggap separuh manusia dan separuh dewa, berperan sebagai penghubung antara dunia manusia dan dunia spiritual.

Peran Bissu dalam Kehidupan Sosial

Di masa lampau, Bissu berperan sebagai penasihat spiritual kerajaan dan satu-satunya yang dapat berkomunikasi dengan dewa melalui ritual khusus, menggunakan bahasa langit Basa Torilangi.

Dalam kosmologi Bugis, terdapat tiga dunia: Botting Langik (Dunia Atas), Kale Lino (Dunia Tengah), dan Paratiki (Dunia Bawah). Ketiga dunia ini saling berkaitan, dan Bissu menjadi penghubung di antara mereka.

Meski jumlah Bissu saat ini semakin berkurang, generasi Bissu di Segeri terus merawat tradisi ini dengan penuh dedikasi.

Mereka percaya bahwa peran mereka menebar kasih sayang dan menjaga keseimbangan alam di sekitarnya.

Upacara Mappalili: Wisata Budaya yang Sakral

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah bulan November, ketika diadakan upacara Mappalili, ritual menyambut musim tanam.

Upacara ini dipimpin oleh para Bissu yang membacakan mantra Matesu Arajang untuk memohon restu Dewata agar panen berjalan baik.

Baca Juga: 
Ollon Toraja, Perbukitan Memukau dengan Lembah Tenang di Tana Toraja

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/