Bissu adalah kaum pendeta yang tidak tergolong laki-laki maupun perempuan, melainkan memadukan keduanya.
Mereka dianggap separuh manusia dan separuh dewa, berperan sebagai penghubung antara dunia manusia dan dunia spiritual.
Peran Bissu dalam Kehidupan Sosial
Di masa lampau, Bissu berperan sebagai penasihat spiritual kerajaan dan satu-satunya yang dapat berkomunikasi dengan dewa melalui ritual khusus, menggunakan bahasa langit Basa Torilangi.
Dalam kosmologi Bugis, terdapat tiga dunia: Botting Langik (Dunia Atas), Kale Lino (Dunia Tengah), dan Paratiki (Dunia Bawah). Ketiga dunia ini saling berkaitan, dan Bissu menjadi penghubung di antara mereka.
Meski jumlah Bissu saat ini semakin berkurang, generasi Bissu di Segeri terus merawat tradisi ini dengan penuh dedikasi.
Mereka percaya bahwa peran mereka menebar kasih sayang dan menjaga keseimbangan alam di sekitarnya.
Upacara Mappalili: Wisata Budaya yang Sakral
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah bulan November, ketika diadakan upacara Mappalili, ritual menyambut musim tanam.
Upacara ini dipimpin oleh para Bissu yang membacakan mantra Matesu Arajang untuk memohon restu Dewata agar panen berjalan baik.

