Eskalasi konflik AS-Israel vs Iran menimbulkan lonjakan harga minyak dan risiko inflasi global. Publik menilai langkah AS terburu-buru, sementara serangan balasan Iran menargetkan 27 pangkalan militer, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi.
Komisi VI DPR RI menyoroti pembahasan Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia–Amerika Serikat. DPR menekankan perlindungan UMKM, industri nasional, serta analisis dampak fiskal sebelum ratifikasi dilakukan.
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh dilaporkan diserang dua drone di tengah eskalasi konflik Iran dan Israel. Tidak ada korban jiwa, namun insiden ini mempertegas ketegangan yang meluas di Timur Tengah.
Sebuah pernyataan tajam mengguncang ruang diskusi geopolitik global ketika Jiang Xueqin dalam wawancara di kanal YouTube Breaking Points pada 3 Maret 2026 menyatakan dengan tegas bahwa Amerika Serikat akan kalah dalam perang melawan Iran.
Musisi AS Bill Madden menuding serangan Amerika–Israel ke Iran sebagai upaya menutup skandal pedofilia elit Gedung Putih terkait Jeffrey Epstein. Tuduhan ini mencuat di tengah duka Iran atas gugurnya Ali Khamenei.
Akun X Ali Khamenei mengunggah pesan bernuansa religius di tengah klaim Donald Trump soal kematian Pemimpin Tertinggi Iran. Unggahan misterius ini memicu spekulasi di tengah konflik AS, Israel, dan Iran.
Perang yang selama ini hanya menjadi bayang-bayang kini benar-benar meledak. Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) melancarkan serangan militer langsung ke Iran, menandai eskalasi paling serius dalam konflik Timur Tengah
Komisi VIII DPR RI mengingatkan pemerintah agar mewaspadai dampak ART dengan Amerika Serikat terhadap industri halal dan hak konsumen Muslim, serta membuka peluang negosiasi ulang.
Pernyataan Dubes AS untuk Israel Mike Huckabee soal klaim wilayah berbasis janji alkitabiah menuai kecaman negara Arab dan OKI. Polemik ini dinilai berisiko memperuncing konflik Timur Tengah.
Airlangga Hartarto mengaku terkejut atas tarif impor global 10 persen yang ditetapkan Donald Trump. Meski demikian, pemerintah RI tetap berupaya mempertahankan tarif 0 persen untuk komoditas unggulan dalam ART.