SulawesiPos.com – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV mengeluarkan peringatan dini cuaca di Sulawesi Selatan yang berlaku pada Senin-Rabu (12–14/10/2026).
Masyarakat diminta mewaspadai potensi angin kencang dengan kecepatan hingga 46 kilometer per jam serta suhu panas yang berada pada ambang 40–45 derajat Celsius di sejumlah wilayah.
Peringatan angin kencang berstatus waspada dengan kecepatan 20–25 knot atau sekitar 37–46 kilometer per jam.
Sementara itu, peringatan cuaca panas terbagi menjadi dua kategori, yakni waspada pada ambang 35–40 derajat Celsius dan siaga pada ambang 40–45 derajat Celsius.
Berikut rincian wilayah yang masuk dalam peringatan dini cuaca berdasarkan tanggal.
Senin, 12 Oktober 2026
Angin kencang (waspada, 37–46 km/jam)
- Bantaeng
- Jeneponto
- Gowa
- Takalar
Cuaca panas (waspada, 35–40 derajat Celsius)
- Luwu
- Pinrang
- Barru
- Soppeng
- Bone
- Pangkep
- Maros
- Makassar
- Takalar
- Bulukumba
- Kepulauan Selayar
Cuaca panas (siaga, 40–45 derajat Celsius)
- Luwu Timu
- Luwu Utara
- Sidrap
- Parepare
- Wajo
- Gowa
Selasa, 13 Oktober 2026
Angin kencang (waspada, 37–46 km/jam)
- Bantaeng
- Jeneponto
- Gowa
- Takalar
Cuaca panas (waspada, 35–40 derajat Celsius)
- Luwu
- Luwu Timur
- Sidrap
- Parepare
- Gowa
- Pinrang
- Barru
- Soppeng
- Bone
- Pangkep
- Maros
- Makassar
- Takalar
- Bulukumba
- Kepulauan Selayar
Cuaca panas (siaga, 40–45 derajat Celsius)
- Luwu Utara
- Wajo
Rabu, 14 Oktober 2026
Angin kencang (waspada, 37–46 km/jam)
- Bantaeng
- Jeneponto
- Gowa
- Takalar
Cuaca panas (waspada, 35–40 derajat Celsius)
- Luwu Timur
- Luwu Utara
- Luwu
- Pinrang
- Sidrap
- Wajo
- Parepare
- Soppeng
- Bone
- Makassar
- Gowa
- Takalar
- Bulukumba
- Kepulauan Selayar
Cuaca panas (siaga, 40–45 derajat Celsius)
- Pinrang
Masyarakat Diminta Waspadai Dampak Cuaca Ekstrem
BBMKG mengimbau masyarakat untuk memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG dan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan genangan air.
Masyarakat juga diminta menyesuaikan rencana perjalanan serta aktivitas di luar ruangan dengan kondisi cuaca di wilayah masing-masing selama periode peringatan dini berlangsung.


