SulawesiPos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sulawesi Selatan kembali menjadi perhatian setelah api di Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, nyaris menghanguskan sebuah gereja pada Minggu (11/10/2026) malam.
Lokasi kebakaran itu berada tidak jauh dari Bandara Toraja dan kawasan Sekolah Rakyat.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Tana Toraja, Eli Bernad, menduga kebakaran tersebut sengaja dilakukan. Dugaan itu muncul setelah petugas meninjau lokasi kejadian.
“Kejadian malam sekitar jam 7 malam, setelah kami turun dan melihat di lokasi ternyata itu sengaja dibakar,” kata Eli, Senin (12/10/2026) siang, dikutip JawaPos Group (Harian Fajar).
Eli menilai, pembakaran hutan di tengah cuaca kering sangat berisiko karena api dapat meluas dan mengancam bangunan maupun lingkungan di sekitarnya.
Ia menyayangkan kejadian tersebut masih berlangsung meski terdapat papan informasi yang melarang aktivitas pembakaran.
“Ini aneh, di tengah kekeringan kok masih saja bakar hutan. Dampaknya bisa meluas,” ujarnya.
Ia meminta pemerintah setempat dan aparat penegak hukum proaktif menindaklanjuti kejadian tersebut.
Menurut Eli, dugaan pembakaran itu perlu ditangani tanpa menunggu laporan pengaduan dari pihak tertentu.
“Apalagi ini delik biasa, bukan delik aduan, harusnya sudah bisa ditindak. Pemerintah setempat juga harusnya proaktif dalam hal ini,” tuturnya.
Kebakaran Hutan Juga Terjadi di Pangkep
Ancaman kebakaran hutan juga dilaporkan di Gunung Bulu Bellange, wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.
Dua kejadian tersebut dilaporkan berlangsung di wilayah berbeda pada hari yang sama. Namun, informasi penyebab kebakaran di Gunung Bulu Bellange belum diketahui.


