70 Persen Produk Lokal Isi Gerai Kopdes Merah Putih Sorowako, Sulsel Perluas Pasar UMKM

SulawesiPos.com – Produk lokal telah mengisi sekitar 70 persen barang di gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Capaian ini membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pemasaran melalui koperasi di tingkat desa.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan hal tersebut saat mendampingi Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono meninjau gerai KDKMP Sorowako.

Dalam keterangannya yang diterima Senin (12/10/2026), ia menyebut aktivitas gerai mulai berjalan dengan adanya transaksi jual beli dan masuknya sejumlah barang bersubsidi.

“Produk lokal juga telah mengisi gerai koperasi ini,” ujar Andi Sudirman.

Gerai tersebut menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari LPG 3 kilogram, pupuk, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng, hingga produk UMKM setempat.

Menurut Andi Sudirman, keberadaan koperasi diharapkan tidak hanya mempermudah masyarakat mendapatkan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memperkuat perputaran ekonomi desa dengan membuka akses pasar bagi produk lokal.

BACA JUGA:  Beasiswa Pilot Pemprov Sulsel 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 9 Juni

Ia berharap, tata kelola KDKMP semakin kuat seiring terbitnya Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2026.

Dengan pengelolaan yang baik, koperasi diharapkan dapat menjadi jalur penyaluran barang bersubsidi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menilai gerai KDKMP Sorowako telah berjalan sesuai spesifikasi.

Kondisi tersebut dinilai menjadi modal awal untuk mengembangkan usaha koperasi secara berkelanjutan.

Ferry juga mendorong agar koperasi dilengkapi alat dan mesin untuk mendukung kegiatan pascapanen komoditas unggulan masyarakat, seperti lada, vanili, dan hasil pertanian lainnya.

Menurutnya, dukungan masyarakat dibutuhkan agar proses operasionalisasi koperasi dapat berjalan baik dan memberikan keuntungan bagi koperasi serta manfaat bagi warga.

Kopdes Merah Putih di Sulsel

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau Kopdes Merah Putih merupakan program pemerintah untuk memperkuat lembaga ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.

Program ini diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui kegiatan usaha koperasi, distribusi kebutuhan pokok, serta pemasaran produk lokal.

BACA JUGA:  Pemprov Sulsel Kerahkan Tim Udara dan Darat Bantu Pencarian Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Maros

Di Sulawesi Selatan, pengembangan Kopdes Merah Putih dilaporkan telah berlangsung di 24 kabupaten dan kota.

Hingga Mei 2026, sebanyak 1.296 gerai disebut telah aktif beroperasi dan mengajukan proposal bisnis.

Keberadaan Kopdes Merah Putih diharapkan dapat menjadi penghubung antara produsen lokal dan konsumen, sehingga produk UMKM serta komoditas unggulan desa memiliki akses pemasaran yang lebih luas.

SulawesiPos.com – Produk lokal telah mengisi sekitar 70 persen barang di gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Capaian ini membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pemasaran melalui koperasi di tingkat desa.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan hal tersebut saat mendampingi Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono meninjau gerai KDKMP Sorowako.

Dalam keterangannya yang diterima Senin (12/10/2026), ia menyebut aktivitas gerai mulai berjalan dengan adanya transaksi jual beli dan masuknya sejumlah barang bersubsidi.

“Produk lokal juga telah mengisi gerai koperasi ini,” ujar Andi Sudirman.

Gerai tersebut menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari LPG 3 kilogram, pupuk, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng, hingga produk UMKM setempat.

Menurut Andi Sudirman, keberadaan koperasi diharapkan tidak hanya mempermudah masyarakat mendapatkan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memperkuat perputaran ekonomi desa dengan membuka akses pasar bagi produk lokal.

BACA JUGA:  Gubernur Sulsel Buka 50 Persen Ruas Hertasning-Aroepala, Akses Makassar-Gowa Mulai Longgar

Ia berharap, tata kelola KDKMP semakin kuat seiring terbitnya Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2026.

Dengan pengelolaan yang baik, koperasi diharapkan dapat menjadi jalur penyaluran barang bersubsidi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menilai gerai KDKMP Sorowako telah berjalan sesuai spesifikasi.

Kondisi tersebut dinilai menjadi modal awal untuk mengembangkan usaha koperasi secara berkelanjutan.

Ferry juga mendorong agar koperasi dilengkapi alat dan mesin untuk mendukung kegiatan pascapanen komoditas unggulan masyarakat, seperti lada, vanili, dan hasil pertanian lainnya.

Menurutnya, dukungan masyarakat dibutuhkan agar proses operasionalisasi koperasi dapat berjalan baik dan memberikan keuntungan bagi koperasi serta manfaat bagi warga.

Kopdes Merah Putih di Sulsel

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau Kopdes Merah Putih merupakan program pemerintah untuk memperkuat lembaga ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.

Program ini diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui kegiatan usaha koperasi, distribusi kebutuhan pokok, serta pemasaran produk lokal.

BACA JUGA:  Perbaikan Jalan Hertasning Berlanjut, Pemerintah Imbau Warga Bersabar

Di Sulawesi Selatan, pengembangan Kopdes Merah Putih dilaporkan telah berlangsung di 24 kabupaten dan kota.

Hingga Mei 2026, sebanyak 1.296 gerai disebut telah aktif beroperasi dan mengajukan proposal bisnis.

Keberadaan Kopdes Merah Putih diharapkan dapat menjadi penghubung antara produsen lokal dan konsumen, sehingga produk UMKM serta komoditas unggulan desa memiliki akses pemasaran yang lebih luas.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru