Korban sempat dilarikan ke RSUD Tenriawaru Watampone untuk mendapatkan perawatan medis.
Namun, setelah menjalani penanganan intensif, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
“Yang mengalami luka hanya balita. Korban sempat mendapat penanganan medis di RSUD Tenriawaru Watampone, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan,” jelas AKP Riyanda.
Sementara itu, pengemudi mobil, pengendara sepeda motor, dan penumpang dewasa dilaporkan tidak mengalami luka serius.
Polisi saat ini masih mendalami dugaan rem blong yang disebut menjadi penyebab kecelakaan.
Selain itu, penyidik juga menelusuri berbagai aspek teknis untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.
Kasat Lantas menegaskan bahwa kendaraan tersebut tidak menerobos lampu merah sebagaimana informasi yang sempat beredar.
Menurutnya, kendaraan baru melewati lampu merah setelah terjadi benturan akibat dugaan rem yang tidak berfungsi.
“Mobil itu tidak menerobos lampu merah. Memang remnya diduga blong, dan pada saat ditabrak pengendara motor itu terseret hingga melewati lampu merah,” terangnya.
Karena salah satu pihak yang terlibat merupakan anggota Polri, Satlantas Polres Bone juga telah berkoordinasi dengan Propam Polres Bone guna memastikan penanganan kasus berjalan sesuai prosedur.

