Categories: Sulsel

Empat Hari Terapung di Laut, Bocah 7 Tahun Korban KM Nurul Salsa Harus Menyaksikan Ayah Hanyut dan Ibunya Meninggal di Laut

SulawesiPos.com – Diska Yanti, bocah penyintas tenggelamnya KM Nurul Salsa, ditemukan selamat pada Sabtu (18/7/2026), setelah empat hari empat malam terombang-ambing di laut sekitar Pulau Matallang, Kepulauan Sabalana. Namun keselamatan Diska datang bersama tragedi yang jauh lebih pahit: di tengah gelombang tinggi, ia harus menyaksikan ayahnya terlepas dari papan gabus, lalu ibunya meninggal dunia di hadapannya sebelum jasad perempuan itu dihanyutkan ke laut.

Kisah Diska menjadi wajah paling memilukan dari karamnya kapal penumpang yang berlayar di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, itu.

Bukan hanya karena ia berhasil bertahan hidup di atas potongan gabus berukuran kecil bersama empat korban lain, tetapi juga karena seluruh perjuangan itu berujung pada kehilangan dua orang yang paling dekat dengannya.

Peristiwa itu bermula ketika KM Nurul Salsa karam di tengah laut saat cuaca buruk dan gelombang dilaporkan mencapai sekitar tiga meter. Diska saat itu terus mendekap kedua orang tuanya, Hasbi dan Malida, sebelum mereka bersama penumpang lain menemukan selembar papan gabus sekitar 1,5 meter untuk bertahan hidup.

Di atas papan kecil itulah tujuh penumpang sempat berpegangan. Hari pertama dan hari kedua menjadi awal pertarungan panjang melawan ombak, dingin, dan kelelahan.

Dalam kondisi tubuh yang terus melemah, para korban berusaha tetap mengapung sambil menunggu pertolongan yang tak kunjung datang.

Petaka berikutnya datang ketika ayah Diska terlepas setelah dihantam gelombang besar. Sebelum hilang ditelan arus, ia disebut masih sempat meminta keluarga lainnya yang juga berada di gabus itu menjaga sang anak.

Sejak saat itu, beban bertahan hidup berpindah ke tangan para penyintas lain, sementara Diska tetap berada di atas gabus di tengah laut terbuka.

Setelah kehilangan suami, kondisi Malida terus menurun. Di tengah tubuh yang makin lemah, ia dikabarkan masih berusaha memegang kaki Diska agar putrinya tetap stabil di atas papan gabus. Namun memasuki hari ketiga, ibunda Diska tak lagi mampu melawan kondisi laut dan kehabisan tenaga.

Konteks paling menyayat dalam kisah itu datang saat para penyintas harus mengambil keputusan pahit setelah Malida meninggal.

Andi Samad, paman Diska yang ikut selamat, menggambarkan situasi itu sebagai momen yang tidak lagi memberi banyak pilihan bagi mereka yang masih bertahan di atas gabus.

“Nyawanya tidak bisa diselamatkan, sudah tidak mampu bertahan mengapung, kasihan,” ujar Andi Samad.

Memasuki hari keempat, kondisi lima korban yang tersisa semakin kritis. Suara mereka disebut sudah habis dan tubuh mereka nyaris tak lagi sanggup memberi tanda minta tolong.

Cerita Cermin Kecil

Harapan baru muncul saat sebuah kapal nelayan melintas di kejauhan. Dalam situasi itulah para korban memakai cermin kecil untuk memantulkan cahaya matahari ke arah kapal, hingga akhirnya keberadaan mereka disadari dan pertolongan datang.

Diska ditemukan selamat bersama empat penyintas lain pada Sabtu sore sekitar pukul 17.00 Wita. Penemuan itu menjadi titik balik penting di tengah operasi pencarian yang sebelumnya dipenuhi kabar duka dan daftar korban hilang yang terus berubah seiring verifikasi data penumpang.

Data terbaru operasi pencarian hingga Selasa pagi (21/7/2026), menunjukkan jumlah korban selamat telah mencapai 59 orang, satu orang dinyatakan meninggal dunia, dan 18 lainnya masih dalam pencarian.

Tim SAR gabungan masih memperluas area penyisiran di perairan Selayar dengan melibatkan armada laut, nelayan, dan dukungan alutsista udara.

Di tengah pencarian yang masih berlangsung, perhatian terhadap Diska juga mulai muncul. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar memastikan seluruh biaya perawatan lima korban selamat yang ditemukan bersama Diska ditanggung pemerintah daerah.

“Seluruh biaya pengobatan korban selamat ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar,” kata Bupati Kepulauan Selayar Muhammad Natsir Ali.

Pemerintah daerah juga menyiapkan beasiswa bagi Diska. Langkah itu menjadi bagian dari upaya penanganan awal terhadap bocah penyintas yang kini harus menjalani hari-hari setelah selamat dari laut, tetapi belum mendapat kepastian tentang nasib kedua orang tuanya.

Nur Ainun Afiah

Share
Published by
Nur Ainun Afiah
Tags: Bupati Kepulauan Selayar kapal tenggelam KM Nurul Salsa Muhammad Natsir Ali Pencarian Korban