Categories: Sulsel

Appi Dijadwalkan Umrah Saat Musda Golkar Sulsel Digelar, Absennya Disebut Bukan Tanda Kalah

SulawesiPos.com – Munafri Arifuddin alias Appi dipastikan berangkat umrah ketika tahapan akhir hingga pelaksanaan Musyawarah Daerah atau Musda XI Partai Golkar Sulawesi Selatan memasuki fase penentuan pada pertengahan Juli 2026. Benturan jadwal itu langsung memunculkan pertanyaan baru: apakah absennya Wali Kota Makassar itu menandai akhir persaingannya dalam perebutan kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel, atau justru hanya membuka babak manuver baru menjelang forum partai.

Namun, absennya Appi di forum Musda dibaca bukan serta-merta sebagai tanda kekalahan. Anggapan itu menguat di tengah fakta bahwa Appi sudah lebih dulu masuk dalam arena pencalonan dengan mengambil formulir pendaftaran bakal calon ketua Golkar Sulsel.

Appi dilaporkan resmi mengambil formulir pendaftaran lewat perwakilan kader Golkar Makassar, Siswanto, di Kantor DPD I Golkar Sulsel, Jalan Amanagappa, Makassar, Senin 13 Juli 2026.

Kubu Appi menyebut formulir pencalonan sedianya akan dikembalikan berbarengan dengan jadwal pengembalian milik Ilham Arief Sirajuddin atau IAS.

“Tadi, sekitar jam 1 siang, Pak Appi diwakili Kader Golkar Makassar Pak Siswanto. Alhamdulillah Pak Appi sudah mengambil formulir, mohon doa ta’ semua karena akan dikembalikan yang insyaallah bersamaan dengan pengembalian Pak Aco (IAS), konon katanya akan hadir semua ketua-ketua DPD II,” ujar Ketua DPD II Golkar Takalar Zulkarnain Arief.

Masalahnya, agenda umrah Appi datang tepat ketika tahapan pengembalian formulir dan pelaksanaan Musda sedang berjalan.

Appi disebut berangkat umrah pada Kamis, 16 Juli 2026, dan baru dijadwalkan kembali pada 23 Juli 2026. Jika skenario itu tidak berubah, ia praktis berada di luar daerah saat Musda XI Golkar Sulsel digelar pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Tahapan Musda Masuk Fase Paling Menentukan

Steering Committee Musda XI Golkar Sulsel sebelumnya telah menetapkan bahwa forum pemilihan Ketua DPD I Golkar Sulsel periode 2026-2031 dimulai pada Sabtu, 18 Juli 2026, di Hotel Claro Makassar dan dijadwalkan dibuka Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Tahapan penjaringan dimulai dengan pengambilan formulir pada 13-14 Juli 2026, lalu pengembalian dokumen pencalonan pada 15-17 Juli 2026, dan perbaikan berkas hingga penutupan masa penjaringan pada 17 Juli 2026 pukul 17.00 Wita.

Di titik inilah keberangkatan umrah Appi menjadi sangat sensitif secara politik. Sebab, forum Musda bukan hanya bicara kehadiran simbolik di arena pemilihan, tetapi juga soal kemampuan kandidat menuntaskan seluruh tahapan administratif dan menjaga konsolidasi dukungan hingga menit terakhir.

Panitia penjaringan menegaskan pengembalian formulir wajib dilakukan langsung oleh bakal calon ketua.

Panitia memang membolehkan kandidat membawa pendukung, tetapi akses ke ruang pengembalian dibatasi dan jadwal pengembalian wajib disampaikan lebih dulu.

Dalam laporan yang sama, IAS disebut telah menjadwalkan pengembalian formulir pada Jumat, 17 Juli 2026 pukul 14.00 Wita.

Jika ketentuan itu dijalankan secara kaku, maka ruang gerak Appi berpotensi menyempit. Sebab, keberangkatan umrah sebelum penutupan masa pengembalian berkas bisa membuat kubunya harus berpacu dengan waktu untuk memastikan semua persyaratan selesai tanpa menyisakan celah administratif.

Dukungan Politik Belum Otomatis Selesai

Meski demikian, situasi ini belum otomatis bisa dibaca sebagai penutupan total peluang Appi.

Kubu Appi sebelumnya masih mengklaim memegang 20 surat rekomendasi dukungan dari DPD II Golkar kabupaten/kota.

Klaim itu muncul di tengah dinamika dukungan yang belakangan disebut banyak beralih ke IAS setelah keluarnya diskresi dari DPP Golkar.

Artinya, pertarungan belum semata-mata soal siapa hadir di ruangan Musda, tetapi juga soal seberapa kuat legalitas dukungan, kelengkapan berkas, dan arah keputusan panitia penjaringan.

Karena itu, absennya Appi di forum nanti bisa menjadi pukulan politik, tetapi belum tentu langsung menutup seluruh ruang kontestasi jika kubunya masih bisa menjaga jalur administratif dan dukungan formal.

Untuk saat ini, yang sudah pasti adalah Musda Golkar Sulsel memasuki fase paling krusial dengan dua nama yang sama-sama sudah mengambil formulir: IAS dan Appi.

Di tengah jadwal umrah yang beririsan dengan forum partai, perhatian kini tertuju pada satu hal yang lebih konkret: apakah Appi tetap mampu menuntaskan syarat pencalonan sebelum berangkat, atau justru momentum itu akan memperlebar jalan IAS menuju kursi Ketua Golkar Sulsel.

Andi As

Share
Published by
Andi As
Tags: Golkar Sulsel Ilham Arief SIrajuddin Munafri Arifuddin Musda Golkar Sulsel