Dua Pemancing di Pangkep Tewas Tenggelam Setelah Terjatuh ke Sungai

SulawesiPos.com – Aktivitas memancing yang awalnya dilakukan untuk mengisi waktu luang berakhir tragis bagi dua warga Kabupaten Pangkep.

Keduanya ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Pangkajene, Selasa (9/6/2026) sore.

Korban diketahui bernama Imam (34) dan Ansyarullah (26), warga Jalan Keadilan, Kelurahan Pabbudukang, Kecamatan Pangkajene.

Saat kejadian, keduanya tengah memancing bersama seorang rekannya di area belakang permukiman warga yang berbatasan langsung dengan sungai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika Ansyarullah hendak melempar kail ke tengah sungai.

Untuk menjaga keseimbangan, ia berpegangan pada dahan pohon yang tumbuh di tepi sungai.

Namun, dahan tersebut tiba-tiba patah sehingga korban kehilangan pijakan dan jatuh ke dalam air.

Melihat rekannya dalam kondisi berbahaya, Imam berupaya memberikan pertolongan dengan mendekati lokasi korban terjatuh.

Alih-alih berhasil menyelamatkan, Imam justru ikut mengalami kesulitan saat berada di dalam sungai.

Keduanya diduga terjebak pada area yang memiliki kedalaman cukup tinggi dengan dasar berlumpur, sehingga sulit bergerak menuju tepian.

BACA JUGA:  Santri Dirawat di RS, BNN Telusuri Dugaan Narkotika Lewat Vape di Pesantren Pangkep

Saksi yang berada di lokasi menyebut kedua korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan mencari bagian sungai yang lebih dangkal.

Namun, upaya tersebut tidak berhasil dan keduanya akhirnya tenggelam.

Warga yang mengetahui kejadian itu segera melakukan pencarian dan evakuasi. Kedua korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Batara Siang untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangkep, Akbar Yunus, mengatakan kedua korban diduga meninggal akibat tenggelam setelah terjatuh ke sungai.

“Korban telah dievakuasi oleh warga dan sempat dibawa ke RS Batara Siang. Namun saat tiba di rumah sakit, keduanya sudah dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

Pasca peristiwa tersebut, BPBD mengambil langkah antisipasi dengan meningkatkan kewaspadaan di sekitar lokasi kejadian.

Area sungai yang memiliki karakteristik dasar berlumpur dan kedalaman yang sulit diprediksi dinilai berisiko bagi warga yang beraktivitas di sekitarnya.

Sebagai langkah pencegahan, BPBD berencana memasang spanduk peringatan dan larangan memancing maupun bermain di titik-titik yang dianggap rawan guna menghindari terulangnya kejadian serupa.

BACA JUGA:  Diduga Cari Kerang, Perempuan Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Paria Barru

SulawesiPos.com – Aktivitas memancing yang awalnya dilakukan untuk mengisi waktu luang berakhir tragis bagi dua warga Kabupaten Pangkep.

Keduanya ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Pangkajene, Selasa (9/6/2026) sore.

Korban diketahui bernama Imam (34) dan Ansyarullah (26), warga Jalan Keadilan, Kelurahan Pabbudukang, Kecamatan Pangkajene.

Saat kejadian, keduanya tengah memancing bersama seorang rekannya di area belakang permukiman warga yang berbatasan langsung dengan sungai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika Ansyarullah hendak melempar kail ke tengah sungai.

Untuk menjaga keseimbangan, ia berpegangan pada dahan pohon yang tumbuh di tepi sungai.

Namun, dahan tersebut tiba-tiba patah sehingga korban kehilangan pijakan dan jatuh ke dalam air.

Melihat rekannya dalam kondisi berbahaya, Imam berupaya memberikan pertolongan dengan mendekati lokasi korban terjatuh.

Alih-alih berhasil menyelamatkan, Imam justru ikut mengalami kesulitan saat berada di dalam sungai.

Keduanya diduga terjebak pada area yang memiliki kedalaman cukup tinggi dengan dasar berlumpur, sehingga sulit bergerak menuju tepian.

BACA JUGA:  Mayat Perempuan Ditemukan Mengapung di Sungai Paria, Identitas Belum Diketahui

Saksi yang berada di lokasi menyebut kedua korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan mencari bagian sungai yang lebih dangkal.

Namun, upaya tersebut tidak berhasil dan keduanya akhirnya tenggelam.

Warga yang mengetahui kejadian itu segera melakukan pencarian dan evakuasi. Kedua korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Batara Siang untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangkep, Akbar Yunus, mengatakan kedua korban diduga meninggal akibat tenggelam setelah terjatuh ke sungai.

“Korban telah dievakuasi oleh warga dan sempat dibawa ke RS Batara Siang. Namun saat tiba di rumah sakit, keduanya sudah dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

Pasca peristiwa tersebut, BPBD mengambil langkah antisipasi dengan meningkatkan kewaspadaan di sekitar lokasi kejadian.

Area sungai yang memiliki karakteristik dasar berlumpur dan kedalaman yang sulit diprediksi dinilai berisiko bagi warga yang beraktivitas di sekitarnya.

Sebagai langkah pencegahan, BPBD berencana memasang spanduk peringatan dan larangan memancing maupun bermain di titik-titik yang dianggap rawan guna menghindari terulangnya kejadian serupa.

BACA JUGA:  Diduga Cari Kerang, Perempuan Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Paria Barru

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru