SulawesiPos.com – Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (PAW) serentak di 18 desa di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, berlangsung aman dan penuh dinamika, Kamis (21/5/2026).
Dari hasil musyawarah desa tersebut, sebanyak 18 kepala desa terpilih resmi ditetapkan untuk melanjutkan roda pemerintahan desa di wilayah masing-masing.
Pilkades PAW kali ini menjadi perhatian masyarakat karena menghadirkan sejumlah cerita menarik. Mulai dari kemenangan tipis, munculnya calon baru, hingga dominasi figur muda dan perempuan dalam kontestasi tingkat desa tersebut.
Pelaksanaan pemilihan dilakukan melalui mekanisme musyawarah desa yang melibatkan unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, perangkat desa, serta perwakilan warga sesuai aturan yang berlaku.
Pemerintah Kabupaten Bone berharap para kepala desa terpilih dapat segera bekerja membangun desa dan menjaga stabilitas pemerintahan di tengah masyarakat.
Berikut daftar 18 kepala desa PAW terpilih di Kabupaten Bone Tahun 2026:
Kecamatan Barebbo:
Desa Kajaolaliddong — Muhammad Yunus, SE
Dikemudikan Kadis, Mobil Dinas DP3KB Sinjai Ringsek Usai Tabrak Pembatas Jembatan di Bone
Kecamatan Kahu:
Desa Mattoanging — H. A. Burhan
Desa Tompongpatu — Drs. Mappinessa
Kecamatan Mare:
Desa Mattirowalie — Nita Hadriani
Kecamatan Libureng:
Desa Mario — A. Supriadi
Kecamatan Ponre:
Desa Salebba — Jumhur, S.Sos
Kecamatan Lappariaja:
Desa Waekecce’e — Andi Arman
Kecamatan Dua Boccoe:
Desa Matajang — Hendra Bungawan, S.Sos
Kecamatan Awangpone:
Desa Kajuara — Arifuddin D, S.Sos., M.Si
Kecamatan Tellu Siattinge:
Desa Ulo — Yusnaeni, S.Pd., M.Pd
Kecamatan Ulaweng:
Desa Lamakkaraseng — Andi Titania Tambaru
Desa Lilina Ajangale — Ir. Andi Padawali
Desa Teamusu — Andi Edy Parawangsa
Kecamatan Bengo:
Desa Liliriawang — Sundin, SH
Kecamatan Ajangale:
Desa Opo — Ashar
Kecamatan Tellu Limpoe:
Desa Tondong — Abd. Muis
Desa Tapong — Awi
Kecamatan Sibulue:
Desa Bulie — Riswal
Salah satu hasil yang paling menyita perhatian terjadi di Desa Tondong, Kecamatan Tellu Limpoe. Selisih suara antarkandidat dikabarkan sangat tipis sehingga memunculkan tensi persaingan yang cukup ketat hingga akhir proses musyawarah.
Sementara itu, di Desa Mattirowalie, Kecamatan Mare, kemenangan calon perempuan Nita Hadriani juga menjadi sorotan warga karena dinilai membawa semangat baru dalam kepemimpinan desa.
Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman menegaskan bahwa pelaksanaan Pilkades maupun PAW bukan sekadar memilih pemimpin desa, tetapi juga menjadi momentum memperkuat demokrasi dan menjaga persatuan masyarakat.
“Pilkades harus menjadi pesta demokrasi yang sehat, damai, dan bermartabat. Siapa pun yang terpilih nantinya harus mampu merangkul semua masyarakat dan bekerja untuk kemajuan desa,” ujar Bupati Bone.
Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar menjaga situasi tetap kondusif dan tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai pemicu konflik di tengah masyarakat.
“Jangan karena berbeda pilihan lalu hubungan kekeluargaan menjadi renggang. Setelah pemilihan selesai, semua harus kembali bersatu membangun desa,” tambahnya.
Menurut Bupati, kepala desa yang terpilih nantinya diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, mempercepat pembangunan desa, serta mengelola dana desa secara transparan dan akuntabel demi kesejahteraan masyarakat.
Pelaksanaan PAW Pilkades di Desa Kajuara berlangsung lancar dengan pengamanan aparat kepolisian dan pengawasan panitia pemilihan.
Sementara itu, Ketua APDESI Bone, H Rusli turut mengimbau seluruh masyarakat dan para pendukung calon kepala desa agar menjaga suasana tetap aman dan damai selama pelaksanaan Pilkades PAW berlangsung.
Ia menegaskan bahwa perbedaan pilihan dalam demokrasi merupakan hal yang wajar, namun persaudaraan dan kerukunan masyarakat desa harus tetap diutamakan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menyukseskan Pilkades secara damai, menjaga keamanan, dan tidak mudah terprovokasi. Siapa pun yang terpilih nantinya adalah pemimpin untuk seluruh masyarakat desa,” ujarnya.
Ketua APDESI Bone juga berharap para calon kepala desa maupun tim pendukung dapat memberikan edukasi politik yang baik kepada masyarakat dengan mengedepankan sikap santun dan saling menghormati.
“Jangan sampai Pilkades menimbulkan perpecahan. Setelah pemilihan selesai, mari kembali bersatu membangun desa demi kemajuan bersama,” tambahnya. (kar)

