Bone ‘Dikepung’ Banjir, Lansia dan Balita di Bajoe Sempat Terjebak Sebelum Dievakuasi Tim SAR

SulawesiPos.com – Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Bone sejak Jumat (8/5/2026) dini hari membuat sejumlah kawasan terendam banjir.

Kondisi ini membuat Bone berada dalam status siaga 1 banjir setelah debit air di beberapa titik terus mengalami peningkatan.

Kondisi terparah terpantau di Kelurahan Bajoe, Wae Tuo dan Panyula Kecamatan Tanete Riattang Timur.

Juga Jalan Lapawawoe dan Sambaloge Kelurahan Biru Kecamatan Tanete Riattang. Titik banjir juga terpantau di sekitar Mapolres Bone.

Khusus di kawasan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur ketinggian air bahkan mencapai diatas satu meter.

Di tengah situasi tersebut, seorang lansia dan balita sempat terjebak di dalam rumah saat air terus naik. Warga yang panik kemudian meminta bantuan evakuasi kepada petugas.

Tim SAR gabungan bersama aparat TNI-Polri dan relawan langsung bergerak menuju lokasi menggunakan perahu karet.

Proses evakuasi berlangsung dramatis karena arus air cukup deras dan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa di beberapa titik.

BACA JUGA: 
Warga Boleh Ambil Kayu Hanyut Pasca-Banjir, DPR Desak Pemerintah Segera Terbitkan Payung Hukum

Beruntung, lansia dan balita tersebut berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Keduanya kemudian dibawa ke lokasi yang lebih aman untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Kita sudah kerahkan tim dari BPBD untuk melakukan evakuasi,” kata Kepala BPBD Bone, Andi Ikbal.

Selain merendam permukiman warga, banjir juga menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu.

Sejumlah kendaraan roda dua mogok saat nekat melintas di jalan yang tergenang.

Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman juga sigap bergerak. Bupati langsung memerintahkan personel BPBD dan Satpol PP bergerak melakukan evaluasi. Juga turun langsung memantau titik banjir di Kota Watampone.

Warga di daerah rawan banjir diminta tetap waspada mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat segera melapor jika membutuhkan bantuan evakuasi,” tegas Bupati Bone. (kar)

SulawesiPos.com – Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Bone sejak Jumat (8/5/2026) dini hari membuat sejumlah kawasan terendam banjir.

Kondisi ini membuat Bone berada dalam status siaga 1 banjir setelah debit air di beberapa titik terus mengalami peningkatan.

Kondisi terparah terpantau di Kelurahan Bajoe, Wae Tuo dan Panyula Kecamatan Tanete Riattang Timur.

Juga Jalan Lapawawoe dan Sambaloge Kelurahan Biru Kecamatan Tanete Riattang. Titik banjir juga terpantau di sekitar Mapolres Bone.

Khusus di kawasan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur ketinggian air bahkan mencapai diatas satu meter.

Di tengah situasi tersebut, seorang lansia dan balita sempat terjebak di dalam rumah saat air terus naik. Warga yang panik kemudian meminta bantuan evakuasi kepada petugas.

Tim SAR gabungan bersama aparat TNI-Polri dan relawan langsung bergerak menuju lokasi menggunakan perahu karet.

Proses evakuasi berlangsung dramatis karena arus air cukup deras dan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa di beberapa titik.

BACA JUGA: 
Warga Boleh Ambil Kayu Hanyut Pasca-Banjir, DPR Desak Pemerintah Segera Terbitkan Payung Hukum

Beruntung, lansia dan balita tersebut berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Keduanya kemudian dibawa ke lokasi yang lebih aman untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Kita sudah kerahkan tim dari BPBD untuk melakukan evakuasi,” kata Kepala BPBD Bone, Andi Ikbal.

Selain merendam permukiman warga, banjir juga menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu.

Sejumlah kendaraan roda dua mogok saat nekat melintas di jalan yang tergenang.

Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman juga sigap bergerak. Bupati langsung memerintahkan personel BPBD dan Satpol PP bergerak melakukan evaluasi. Juga turun langsung memantau titik banjir di Kota Watampone.

Warga di daerah rawan banjir diminta tetap waspada mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat segera melapor jika membutuhkan bantuan evakuasi,” tegas Bupati Bone. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru