Hadapi Ancaman El Nino, Perumda Air Minum Wae Manurung Jaga Pasokan Air Bersih

SulawesiPos.com – Perumda Air Minum Wae Manurung atau PDAM Bone, terus melakukan langkah antisipatif guna menjaga ketersediaan pasokan air bersih bagi masyarakat di tengah ancaman musim kemarau panjang akibat dampak fenomena El Nino.

Direktur Perumda Air Minum Wae Manurung, Muh Bachtiar Sairing mengatakan, pihaknya saat ini fokus memastikan distribusi air tetap berjalan normal, khususnya untuk wilayah perkotaan yang menjadi kawasan dengan kebutuhan air cukup tinggi.

Apalagi kondisi curah hujan yang masih sangat bagus, sehingga debit air di sumber air baku masih sangat cukup untuk melayani kebutuhan air bersih masyarakat.

“Untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat perkotaan, kami mengandalkan beberapa sumber air baku utamanya Wollangi,” ujarnya kepada SulawesiPos.com, Kamis (7/5/2026).

Sebelumnya pasokan air bersih untuk pelanggan di wilayah kota juga dipasok dari Cinnong Ulaweng. Namun belakangan, debit air di Cinnong, produksinya terus menurun.

Penyebabnya, tidak ada lagi resapan air akibat hutan atau kebun sudah digunduli untuk tanaman jagung.

BACA JUGA: 
Tekanan Air Rendah hingga Debit Menyusut, Ini Penjelasan PDAM Soal Krisis Air di Makassar Utara

“Khusus Sumber Panyili, melayani daerah pinggir kota seperti Majang, BTN 1000 dan sekitarnya,” jelas pejabat yang hobi otomotif ini.

Selain menjaga debit air, Perumda juga bergerak cepat menangani berbagai gangguan teknis di lapangan, termasuk kebocoran pipa yang berpotensi mengganggu distribusi air ke pelanggan.

Menurutnya, ancaman cuaca ekstrem kedepan, menjadi tantangan serius bagi pelayanan air bersih. Karena itu, pihaknya terus melakukan pemantauan sumber air baku serta memperkuat sistem distribusi agar tetap optimal.

Perumda Wae Manurung juga menilai kebutuhan air bersih di Kabupaten Bone terus meningkat sehingga diperlukan tambahan sumber air baku baru untuk jangka panjang.

“Penambahan sumber air baku menjadi kebutuhan mendesak. Saat ini kami terus mengupayakan berbagai langkah, termasuk menggagas kerja sama dengan pihak swasta untuk pembangunan sistem jaringan baru air bersih” katanya.

Di sisi lain, pihak Perumda turut menyoroti ancaman terhadap keberlangsungan sumber air baku akibat kerusakan lingkungan. Salah satunya aktivitas tambang ilegal di sekitar kawasan Wollangi yang dinilai dapat mengganggu kualitas dan keberlanjutan sumber air bersih masyarakat.

BACA JUGA: 
Indonesia Siap Hadapi El Nino dengan Stok Pangan Tertinggi Sepanjang Sejarah

Tak hanya itu, kondisi hutan di sekitar mata air Cinnong juga disebut semakin memprihatinkan. Kawasan yang selama ini menjadi daerah resapan air mulai banyak dibuka untuk area pertanaman jagung.

“Kalau kawasan resapan terus berkurang, tentu akan berdampak terhadap debit air baku ke depan. Ini menjadi perhatian bersama karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tambahnya.

Perumda berharap adanya dukungan semua pihak untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kawasan sumber air demi memastikan pasokan air bersih masyarakat tetap aman, khususnya menghadapi musim kemarau panjang tahun ini. (kar)

SulawesiPos.com – Perumda Air Minum Wae Manurung atau PDAM Bone, terus melakukan langkah antisipatif guna menjaga ketersediaan pasokan air bersih bagi masyarakat di tengah ancaman musim kemarau panjang akibat dampak fenomena El Nino.

Direktur Perumda Air Minum Wae Manurung, Muh Bachtiar Sairing mengatakan, pihaknya saat ini fokus memastikan distribusi air tetap berjalan normal, khususnya untuk wilayah perkotaan yang menjadi kawasan dengan kebutuhan air cukup tinggi.

Apalagi kondisi curah hujan yang masih sangat bagus, sehingga debit air di sumber air baku masih sangat cukup untuk melayani kebutuhan air bersih masyarakat.

“Untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat perkotaan, kami mengandalkan beberapa sumber air baku utamanya Wollangi,” ujarnya kepada SulawesiPos.com, Kamis (7/5/2026).

Sebelumnya pasokan air bersih untuk pelanggan di wilayah kota juga dipasok dari Cinnong Ulaweng. Namun belakangan, debit air di Cinnong, produksinya terus menurun.

Penyebabnya, tidak ada lagi resapan air akibat hutan atau kebun sudah digunduli untuk tanaman jagung.

BACA JUGA: 
KTNA Dukung Penuh Program Swasembada Pangan, Siap Perkuat Produksi Lewat Teknologi

“Khusus Sumber Panyili, melayani daerah pinggir kota seperti Majang, BTN 1000 dan sekitarnya,” jelas pejabat yang hobi otomotif ini.

Selain menjaga debit air, Perumda juga bergerak cepat menangani berbagai gangguan teknis di lapangan, termasuk kebocoran pipa yang berpotensi mengganggu distribusi air ke pelanggan.

Menurutnya, ancaman cuaca ekstrem kedepan, menjadi tantangan serius bagi pelayanan air bersih. Karena itu, pihaknya terus melakukan pemantauan sumber air baku serta memperkuat sistem distribusi agar tetap optimal.

Perumda Wae Manurung juga menilai kebutuhan air bersih di Kabupaten Bone terus meningkat sehingga diperlukan tambahan sumber air baku baru untuk jangka panjang.

“Penambahan sumber air baku menjadi kebutuhan mendesak. Saat ini kami terus mengupayakan berbagai langkah, termasuk menggagas kerja sama dengan pihak swasta untuk pembangunan sistem jaringan baru air bersih” katanya.

Di sisi lain, pihak Perumda turut menyoroti ancaman terhadap keberlangsungan sumber air baku akibat kerusakan lingkungan. Salah satunya aktivitas tambang ilegal di sekitar kawasan Wollangi yang dinilai dapat mengganggu kualitas dan keberlanjutan sumber air bersih masyarakat.

BACA JUGA: 
Hadapi El Nino, Kementan Dorong Petani Gunakan AUTP untuk Lindungi Produksi

Tak hanya itu, kondisi hutan di sekitar mata air Cinnong juga disebut semakin memprihatinkan. Kawasan yang selama ini menjadi daerah resapan air mulai banyak dibuka untuk area pertanaman jagung.

“Kalau kawasan resapan terus berkurang, tentu akan berdampak terhadap debit air baku ke depan. Ini menjadi perhatian bersama karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tambahnya.

Perumda berharap adanya dukungan semua pihak untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kawasan sumber air demi memastikan pasokan air bersih masyarakat tetap aman, khususnya menghadapi musim kemarau panjang tahun ini. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru