Bone Waspada! 29 Sumpek Campak Menunggu Hasil, Satu Kasus Impor Terungkap

SulawesiPos.com – Pemerintah Kabupaten Bone mencatat sebanyak 29 suspek terduga kasus campak yang saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan spesimen dari Dinas Kesehatan Provinsi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Bone, Anwar meneruskan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, (Rabu 15/4/2026).

“Untuk di Bone, total suspek terduga itu 29. Tapi kita masih menunggu rilis hasil pemeriksaan spesimen dari Dinas Kesehatan Provinsi,” ujarnya.

Selain itu, Anwar juga mengungkapkan adanya satu kasus campak yang terjadi di wilayah Bone. Namun, kasus tersebut dipastikan merupakan kasus impor dari luar daerah.

“Untuk kasus campak ada satu, tapi itu impor, pendatang dari Makassar,” jelasnya.

Ia menerangkan, kasus tersebut terjadi pada bulan Maret 2026. Pasien yang bersangkutan bukan merupakan warga Bone, melainkan penduduk yang berdomisili di Makassar dan sempat berada di Bone.

“Orangnya bukan orang Bone, dia tinggal di Makassar, kemudian datang ke Bone. Tapi itu bulan Maret dan kondisinya sudah sembuh,” tambahnya.

BACA JUGA: 
Lansia Diduga ODGJ Tewas Terseret Mobil di Bone, Sopir Tak Sempat Menghindar

Saat ini, pasien tersebut telah kembali ke Makassar. Pihak terkait juga telah melakukan penyelidikan epidemiologi di lingkungan sekitar lokasi pasien selama berada di Bone.

“Hasil penyelidikan epidemiologi di lingkungan sekitar tidak ditemukan adanya suspect campak lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, seorang dokter umum di Bone, dr. Eka, menjelaskan bahwa campak merupakan penyakit infeksi virus yang rentan menyerang anak-anak, terutama yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Ia menyebutkan, gejala awal campak biasanya ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, serta mata merah. Setelah itu, muncul ruam kemerahan pada kulit yang biasanya dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh.

“Gejala awalnya demam, batuk, pilek, mata merah, kemudian muncul ruam merah di kulit. Biasanya mulai dari wajah lalu menyebar,” jelasnya.

Untuk penanganannya, orang tua diminta memberikan istirahat yang cukup pada anak, memenuhi kebutuhan cairan, serta memberikan obat penurun demam sesuai anjuran dokter.

Selain itu, anak yang terinfeksi juga sebaiknya diisolasi sementara guna mencegah penularan ke anak lain.

BACA JUGA: 
Lebaran Tanpa Reuni Tak Lengkap, Ribuan Alumni SMAN 9 Bone Jaga Tradisi Tahunan

“Yang penting anak cukup istirahat, banyak minum, dan diberikan obat sesuai anjuran dokter. Sebaiknya juga diisolasi dulu agar tidak menular,” tambahnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk melengkapi imunisasi anak sebagai langkah pencegahan paling efektif terhadap campak. (kar)

SulawesiPos.com – Pemerintah Kabupaten Bone mencatat sebanyak 29 suspek terduga kasus campak yang saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan spesimen dari Dinas Kesehatan Provinsi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Bone, Anwar meneruskan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, (Rabu 15/4/2026).

“Untuk di Bone, total suspek terduga itu 29. Tapi kita masih menunggu rilis hasil pemeriksaan spesimen dari Dinas Kesehatan Provinsi,” ujarnya.

Selain itu, Anwar juga mengungkapkan adanya satu kasus campak yang terjadi di wilayah Bone. Namun, kasus tersebut dipastikan merupakan kasus impor dari luar daerah.

“Untuk kasus campak ada satu, tapi itu impor, pendatang dari Makassar,” jelasnya.

Ia menerangkan, kasus tersebut terjadi pada bulan Maret 2026. Pasien yang bersangkutan bukan merupakan warga Bone, melainkan penduduk yang berdomisili di Makassar dan sempat berada di Bone.

“Orangnya bukan orang Bone, dia tinggal di Makassar, kemudian datang ke Bone. Tapi itu bulan Maret dan kondisinya sudah sembuh,” tambahnya.

BACA JUGA: 
Lebaran Tanpa Reuni Tak Lengkap, Ribuan Alumni SMAN 9 Bone Jaga Tradisi Tahunan

Saat ini, pasien tersebut telah kembali ke Makassar. Pihak terkait juga telah melakukan penyelidikan epidemiologi di lingkungan sekitar lokasi pasien selama berada di Bone.

“Hasil penyelidikan epidemiologi di lingkungan sekitar tidak ditemukan adanya suspect campak lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, seorang dokter umum di Bone, dr. Eka, menjelaskan bahwa campak merupakan penyakit infeksi virus yang rentan menyerang anak-anak, terutama yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Ia menyebutkan, gejala awal campak biasanya ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, serta mata merah. Setelah itu, muncul ruam kemerahan pada kulit yang biasanya dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh.

“Gejala awalnya demam, batuk, pilek, mata merah, kemudian muncul ruam merah di kulit. Biasanya mulai dari wajah lalu menyebar,” jelasnya.

Untuk penanganannya, orang tua diminta memberikan istirahat yang cukup pada anak, memenuhi kebutuhan cairan, serta memberikan obat penurun demam sesuai anjuran dokter.

Selain itu, anak yang terinfeksi juga sebaiknya diisolasi sementara guna mencegah penularan ke anak lain.

BACA JUGA: 
Sentuhan Humanis Satreskrim Bone, Ratusan Menu Sahur Dibagikan ke Pemudik

“Yang penting anak cukup istirahat, banyak minum, dan diberikan obat sesuai anjuran dokter. Sebaiknya juga diisolasi dulu agar tidak menular,” tambahnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk melengkapi imunisasi anak sebagai langkah pencegahan paling efektif terhadap campak. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru