30 C
Makassar
10 February 2026, 17:19 PM WITA

74 Peserta Tender, Pembangunan RS Regional Luwu Target Mulai Tahun Ini

Overview

  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai menender pembangunan RS Regional di Kabupaten Luwu dengan target pengerjaan fisik tahun 2026.

  • RS Regional ini dibangun dalam skema Multi Years Project 2025–2027 untuk memperluas akses layanan rujukan di Luwu Raya.

  • Fasilitas rumah sakit dirancang lengkap dan modern, mencakup layanan spesialistik, subspesialistik, serta berbagai fasilitas penunjang canggih.

SulawesiPos.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kesehatan resmi menyiapkan pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional di Kabupaten Luwu.

Proses tender saat ini tengah berlangsung, dengan pengerjaan fisik ditargetkan mulai tahun 2026.

Proyek ini menjadi bagian dari Program Multi Years Project (MYP) 2025–2027, yang digagas Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan rujukan di wilayah Luwu Raya.

Berdasarkan data Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), tahap tender kini memasuki penetapan pemenang dengan total 74 peserta yang mengikuti proses lelang.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Dr. dr. Evi Mustikawati Arifin, Sp.KK., M.Kes, menjelaskan bahwa pembangunan RS dilakukan secara bertahap dan menyeluruh.

Baca Juga: 
Anggota DPR RI Andi Amar Ma’ruf Sulaiman Serap Aspirasi Warga Desa Lampoko Bone

“Kami telah melaksanakan proses perencanaan secara menyeluruh, mulai dari penyusunan Feasibility Study (FS), dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), hingga penyiapan manajemen konstruksi,” ungkapnya.

Untuk pembangunan fisik, kata Evi, proyek ini menggunakan metode Design and Build, yang saat ini masih dalam proses tender. Dengan skema tersebut, pengerjaan fisik diharapkan bisa dimulai pada tahun ini.

“Tujuan utamanya memperluas akses layanan rujukan bagi masyarakat Luwu Raya dan daerah sekitarnya serta mengurangi beban rujukan pasien ke Kota Makassar,” tambah Evi.

Anggaran Rp250 Miliar

Pembangunan RS Regional ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp250 miliar, yang mencakup seluruh tahapan proyek, mulai dari perencanaan, pembangunan fisik, hingga pengadaan alat kesehatan berstandar nasional.

Menurut Evi, anggaran ini dirancang agar fasilitas yang dibangun dapat memenuhi standar pelayanan kesehatan nasional sekaligus menjawab kebutuhan rujukan di kawasan Luwu Raya.

Overview

  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai menender pembangunan RS Regional di Kabupaten Luwu dengan target pengerjaan fisik tahun 2026.

  • RS Regional ini dibangun dalam skema Multi Years Project 2025–2027 untuk memperluas akses layanan rujukan di Luwu Raya.

  • Fasilitas rumah sakit dirancang lengkap dan modern, mencakup layanan spesialistik, subspesialistik, serta berbagai fasilitas penunjang canggih.

SulawesiPos.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kesehatan resmi menyiapkan pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional di Kabupaten Luwu.

Proses tender saat ini tengah berlangsung, dengan pengerjaan fisik ditargetkan mulai tahun 2026.

Proyek ini menjadi bagian dari Program Multi Years Project (MYP) 2025–2027, yang digagas Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan rujukan di wilayah Luwu Raya.

Berdasarkan data Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), tahap tender kini memasuki penetapan pemenang dengan total 74 peserta yang mengikuti proses lelang.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Dr. dr. Evi Mustikawati Arifin, Sp.KK., M.Kes, menjelaskan bahwa pembangunan RS dilakukan secara bertahap dan menyeluruh.

Baca Juga: 
Diskusi Luwu Raya Menggugah Ingatan Sejarah: Pemekaran Luwu Raya Disebut Amanat yang Tak Pernah Putus

“Kami telah melaksanakan proses perencanaan secara menyeluruh, mulai dari penyusunan Feasibility Study (FS), dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), hingga penyiapan manajemen konstruksi,” ungkapnya.

Untuk pembangunan fisik, kata Evi, proyek ini menggunakan metode Design and Build, yang saat ini masih dalam proses tender. Dengan skema tersebut, pengerjaan fisik diharapkan bisa dimulai pada tahun ini.

“Tujuan utamanya memperluas akses layanan rujukan bagi masyarakat Luwu Raya dan daerah sekitarnya serta mengurangi beban rujukan pasien ke Kota Makassar,” tambah Evi.

Anggaran Rp250 Miliar

Pembangunan RS Regional ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp250 miliar, yang mencakup seluruh tahapan proyek, mulai dari perencanaan, pembangunan fisik, hingga pengadaan alat kesehatan berstandar nasional.

Menurut Evi, anggaran ini dirancang agar fasilitas yang dibangun dapat memenuhi standar pelayanan kesehatan nasional sekaligus menjawab kebutuhan rujukan di kawasan Luwu Raya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/