Overview
- Polemik internal PBNU berakhir setelah rapat pleno memulihkan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Tanfidziyah.
- PCNU Bone menyambut keputusan islah dan menyatakan dukungan penuh sebagai langkah menjaga persatuan NU.
- Diharapkan PBNU kembali solid dan fokus menjalankan agenda keumatan, kebangsaan, dan kemasyarakatan.
SulawesiPos.com – Polemik yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) berakhir, seiring adanya keputusan islah.
Hasil pleno menetapkan kembali KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU.
Keputusan ini disambut baik Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU), termasuk di Kabupaten Bone.
Ketua PCNU Bone, Dr Rahmatunnair S.Ag., M.Ag mengatakan, islah yang terjadi di PBNU merupakan bentuk komitmen menjaga persatuan serta kecintaan para pengurus terhadap NU.
“Persoalan internal kelembagaan yang menonaktifkan ketua umum sudah selesai dan tidak ada lagi masalah,” tegasnya kepada wartawan SulawesiPos.com, Minggu (1/2/2026).
Rahmatunnair menegaskan bahwa PCNU Bone memberikan dukungan penuh terhadap kembali ditegaskannya Gus Yahya sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU.
“Sebagai ketua PCNU Bone, saya memberikan dukungan penuh atas ditetapkannya kembali Gus Yahya sebagai ketua umum,” ujarnya.

