Abdul Asis menambahkan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai kewarganegaraan dan tanggung jawab demokrasi.
“Kami berharap melalui program, dapat melahirkan pemilih pemula yang sadar politik, kritis, dan tidak mudah terpengaruh oleh disinformasi maupun ajakan yang menyesatkan,” tutupnya.

