Selanjutnya, Soppeng Rp53.128.295.550, Wajo Rp111.158.913.196, Bone Rp81.638.893.943, Bulukumba Rp54.315.898.125, Palopo Rp50.879.068.763, Polman Rp94.447.791.917, dan Mamuju Rp73.768.877.890.
Total target penjualan komersial BULOG Sulselbar pada 2026 mencapai Rp1.512.435.300.000.
Adapun target penjualan berdasarkan komoditas meliputi beras sebesar Rp645.398.000.000, gula Rp27.600.000.000, jagung Rp780.000.000, minyak goreng Rp835.112.300.000, tepung terigu Rp465.000.000, serta komoditas lainnya Rp3.080.000.000, dengan total nilai komersial keseluruhan sebesar Rp1.512.435.300.000.
Terkait potensi produksi Gabah Kering Panen (GKP) dan panen raya semester I tahun 2026 hingga 23 Januari, masing-masing kantor cabang mencatatkan potensi produksi, antara lain Makassar 451.867 ton, Parepare 95.299 ton, Pinrang 318.310 ton, Sidrap 297.798 ton, Soppeng 125.803 ton, Wajo 252.445 ton, Bone 408.079 ton, Bulukumba 366.512 ton, Palopo 579.937 ton, Polman 102.285 ton, dan Mamuju 52.028 ton.
Kegiatan ini turut dihadiri Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Sulselbar, Fahrurozi, beserta jajaran, seluruh pemimpin cabang BULOG se-Sulselbar, serta sekitar 40 mitra penggilingan BULOG.

