Overview
SulawesiPos.com – Gelombang aksi Aliansi Wija To Luwu kembali berlanjut pada Sabtu (24/1) pagi, sehari setelah demonstrasi serupa digelar.
Kali ini, tekanan massa terasa lebih kuat karena berdampak langsung pada mobilitas warga di sejumlah ruas jalan utama wilayah Luwu dan sekitarnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah akses strategis ditutup massa aksi menggunakan batang pohon dan spanduk, menyebabkan antrean kendaraan mengular dan arus lalu lintas tersendat.
Beberapa titik yang terdampak penutupan antara lain perbatasan Luwu, Sampoddo di Kota Palopo, Walenrang, Masamba, Baliase, hingga Tana Lili di Luwu Utara.
Aksi ini merupakan bentuk desakan agar pemerintah pusat segera merespons tuntutan pembentukan Provinsi Luwu Raya yang hingga kini belum juga terealisasi.
Massa menilai aspirasi pemekaran tersebut telah memenuhi syarat politik dan administratif sejak beberapa tahun lalu, namun tidak kunjung ditindaklanjuti.

