Categories: Sulsel

Panen Raya di Sulsel, Warga Binaan Hasilkan 2,6 Ton Bahan Pangan

Overview

  • Program pembinaan di Sulawesi Selatan menghasilkan panen raya 2,6 ton bahan pangan dari sektor pertanian, perikanan, dan peternakan warga binaan.

  • Sebagian hasil panen warga binaan dijual dan berhasil menghimpun dana Rp35 juta yang akan disalurkan untuk membantu korban bencana alam.

  • Panen raya ini menjadi bukti pembinaan pemasyarakatan mampu menumbuhkan kemandirian, keterampilan, dan kesiapan sosial warga binaan.

SulawesiPos.com – Program pembinaan berbasis produktivitas yang dijalankan jajaran pemasyarakatan di Sulawesi Selatan menunjukkan hasil konkret.

Warga binaan di sejumlah lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan tercatat mampu memproduksi 2,6 ton bahan pangan dalam momentum panen raya.

Capaian tersebut merupakan hasil dari pengembangan program kemandirian yang mengombinasikan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai bagian dari pembinaan keterampilan praktis bagi warga binaan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Selatan, Rudy Fernando Sianturi, menegaskan jajarannya berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan berbasis produktivitas dan kemandirian.

“Di Sulsel secara keseluruhan itu saat panen raya telah menghasilkan 2,6 ton bahan pangan, 600 kilogram ikan lele dan nila dari sektor perikanan, serta 110 kilogram hasil peternakan ayam,” jelasnya dikutip dari Antara Sabtu (17/1/2026).

Menurut Rudy, sebagian hasil produksi tersebut dijual dan berhasil menghimpun dana sekitar Rp35 juta.

Dana itu nantinya akan disalurkan untuk membantu korban bencana alam di Aceh dan Sumatera, sebagai bentuk kepedulian sosial dari hasil kerja warga binaan.

“Program ketahanan pangan ini menanamkan nilai kemandirian dan keterampilan praktis bagi warga binaan,” kata Rudy

Ia menambahkan, pembinaan ketahanan pangan menjadi bagian dari strategi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam membekali warga binaan dengan kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

Program tersebut juga sejalan dengan cita-cita swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Agus Andrianto menegaskan bahwa berbagai Program Aksi Kementerian untuk mendukung Asta Cita Presiden.

Ia menilai panen raya tersebut menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga membuka peluang masa depan bagi warga binaan.

“Tugas pemasyarakatan adalah menyiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan, kemandirian, serta kesiapan mental dan sosial ketika kembali ke tengah masyarakat. Panen Raya ini adalah bukti nyata bahwa Pemasyarakatan hadir memberi harapan dan masa depan,” pungkasnya.

Nur Ainun Afiah

Share
Published by
Nur Ainun Afiah
Tags: Asta Cita Presiden Ditjenpas Sulsel Panen Raya Program Aksi Kementerian Rudy Fernando Sianturi