Overview
Pertamina mengungkap kelangkaan elpiji 3 Kg di Bone dipicu peningkatan konsumsi untuk pompa pertanian, khususnya di Kecamatan Cenrana.
Untuk menjaga pasokan, Pertamina Patra Niaga menyalurkan tambahan 44 ribu tabung elpiji 3 Kg melalui mekanisme extra dropping dan fakultatif
Pertamina memastikan distribusi elpiji 3 Kg tetap terkendali dan mengimbau masyarakat menggunakan gas bersubsidi sesuai peruntukan.
SulawesiPos.com – Penyebab Elpiji 3 Kg Langka di Bone, Pertamina Ungkap Peningkatan Konsumsi Pompa Pertanian di Cenrana
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menjelaskan penyebab kelangkaan elpiji 3 kilogram (tabung melon) di Kabupaten Bone.
Salah satu faktor utamanya adalah meningkatnya konsumsi elpiji subsidi untuk kebutuhan pertanian, khususnya pengoperasian pompa air di Kecamatan Cenrana dan sejumlah wilayah pertanian lainnya.
Meski demikian, Pertamina memastikan ketersediaan elpiji 3 Kg di Bone dalam kondisi aman dan terkendali.
Penyaluran tambahan terus dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk menjaga pasokan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat pada awal tahun.
Sales Branch Manager (SBM) Sulselbar VI Gas, Wahyu Purwatmo, mengungkapkan bahwa sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026, Pertamina telah menyalurkan tambahan 44.240 tabung elpiji 3 Kg, atau setara sekitar 7,4 persen dari total penyaluran bulanan di Kabupaten Bone.
“Langkah ini dilakukan melalui mekanisme fakultatif dan extra dropping untuk memastikan stok tetap aman dan distribusi berjalan lancar,” ujar Wahyu melalui rilis resmi yang diterima SPos (SulawesiPos.com), Rabu (14/1/2026).
Pertamina juga memastikan distribusi elpiji 3 Kg tetap berjalan meski bertepatan dengan hari libur nasional dan long weekend.
Pada 16 Januari 2026, penyaluran tetap dilakukan sebanyak 24.080 tabung, atau sekitar 4 persen dari penyaluran bulanan.
Selain faktor libur, Pertamina mencatat adanya lonjakan kebutuhan elpiji 3 Kg untuk sektor pertanian, terutama dalam penggunaan pompa air untuk pengairan sawah.
“Kenaikan konsumsi ini kami koordinasikan dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bone untuk memastikan penambahan suplai tepat sasaran, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” lanjutnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, menegaskan bahwa pengawasan distribusi elpiji 3 Kg dilakukan secara berlapis hingga ke tingkat pangkalan guna menjaga stabilitas pasokan dan harga.
“Monitoring dilakukan hingga ke tingkat pangkalan. Penambahan suplai kami lakukan sebagai respons terhadap peningkatan konsumsi, termasuk dari sektor pertanian, melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan aparat terkait,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar menggunakan elpiji 3 Kg secara bijak dan sesuai peruntukan.
Menurutnya, elpiji 3 Kg merupakan produk bersubsidi yang diperuntukkan bagi rumah tangga kurang mampu, usaha mikro, petani, dan nelayan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membeli berlebihan dan menggunakan LPG subsidi sesuai ketentuan dalam Surat Edaran Dirjen Migas Kementerian ESDM Nomor B-2461/MG.05/DJM/2022,” tegasnya.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran distribusi elpiji 3 Kg di Kabupaten Bone melalui penyaluran tambahan, pengawasan distribusi yang konsisten, serta sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, agar subsidi tepat sasaran dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.