27 C
Makassar
18 January 2026, 17:37 PM WITA

Penyebab Elpiji 3 Kg Langka di Bone, Pertamina Ungkap Lonjakan Konsumsi Pertanian

Pertamina juga memastikan distribusi elpiji 3 Kg tetap berjalan meski bertepatan dengan hari libur nasional dan long weekend.

Pada 16 Januari 2026, penyaluran tetap dilakukan sebanyak 24.080 tabung, atau sekitar 4 persen dari penyaluran bulanan.

Selain faktor libur, Pertamina mencatat adanya lonjakan kebutuhan elpiji 3 Kg untuk sektor pertanian, terutama dalam penggunaan pompa air untuk pengairan sawah.

“Kenaikan konsumsi ini kami koordinasikan dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bone untuk memastikan penambahan suplai tepat sasaran, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” lanjutnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, menegaskan bahwa pengawasan distribusi elpiji 3 Kg dilakukan secara berlapis hingga ke tingkat pangkalan guna menjaga stabilitas pasokan dan harga.

“Monitoring dilakukan hingga ke tingkat pangkalan. Penambahan suplai kami lakukan sebagai respons terhadap peningkatan konsumsi, termasuk dari sektor pertanian, melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan aparat terkait,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menggunakan elpiji 3 Kg secara bijak dan sesuai peruntukan.

Baca Juga: 
Pemprov Sulsel Kucurkan Rp380 M Perbaiki Jalan Perbatasan Kabupaten Bone

Menurutnya, elpiji 3 Kg merupakan produk bersubsidi yang diperuntukkan bagi rumah tangga kurang mampu, usaha mikro, petani, dan nelayan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membeli berlebihan dan menggunakan LPG subsidi sesuai ketentuan dalam Surat Edaran Dirjen Migas Kementerian ESDM Nomor B-2461/MG.05/DJM/2022,” tegasnya.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran distribusi elpiji 3 Kg di Kabupaten Bone melalui penyaluran tambahan, pengawasan distribusi yang konsisten, serta sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, agar subsidi tepat sasaran dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Pertamina juga memastikan distribusi elpiji 3 Kg tetap berjalan meski bertepatan dengan hari libur nasional dan long weekend.

Pada 16 Januari 2026, penyaluran tetap dilakukan sebanyak 24.080 tabung, atau sekitar 4 persen dari penyaluran bulanan.

Selain faktor libur, Pertamina mencatat adanya lonjakan kebutuhan elpiji 3 Kg untuk sektor pertanian, terutama dalam penggunaan pompa air untuk pengairan sawah.

“Kenaikan konsumsi ini kami koordinasikan dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bone untuk memastikan penambahan suplai tepat sasaran, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” lanjutnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, menegaskan bahwa pengawasan distribusi elpiji 3 Kg dilakukan secara berlapis hingga ke tingkat pangkalan guna menjaga stabilitas pasokan dan harga.

“Monitoring dilakukan hingga ke tingkat pangkalan. Penambahan suplai kami lakukan sebagai respons terhadap peningkatan konsumsi, termasuk dari sektor pertanian, melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan aparat terkait,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menggunakan elpiji 3 Kg secara bijak dan sesuai peruntukan.

Baca Juga: 
KPK Panggil Eks Direktur Pertamina Chrisna Damayanto, Bakal Reuni dengan Anak di Penjara?

Menurutnya, elpiji 3 Kg merupakan produk bersubsidi yang diperuntukkan bagi rumah tangga kurang mampu, usaha mikro, petani, dan nelayan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membeli berlebihan dan menggunakan LPG subsidi sesuai ketentuan dalam Surat Edaran Dirjen Migas Kementerian ESDM Nomor B-2461/MG.05/DJM/2022,” tegasnya.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran distribusi elpiji 3 Kg di Kabupaten Bone melalui penyaluran tambahan, pengawasan distribusi yang konsisten, serta sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, agar subsidi tepat sasaran dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/