Aksi protes warga dengan menanam pohon pisang di tengah jalan, menurutnya, menjadi simbol kekecewaan atas lambannya pembangunan.
“Keluhan masyarakat sudah banyak. Jalan rusak, akses sulit, sampai ditanami pohon pisang. Itu semua karena wilayah Kabupaten Gowa terlalu luas untuk dijangkau secara maksimal dalam progres pembangunan,” ungkapnya.
Atas dasar itu, Yusuf menilai pembentukan kabupaten baru di wilayah dataran tinggi Gowa patut dipertimbangkan secara serius demi pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Prinsipnya memang harus melalui kajian yang mendalam. Tapi melihat kesenjangan pembangunan yang terjadi sekarang, pemekaran bisa menjadi salah satu solusi terbaik bagi masyarakat dataran tinggi,” pungkasnya.

