Categories: Sulsel

Pengamat Puji Bupati Bone, Tempatkan Pejabat Tak Pandang Agama dan Suku

SulawesiPos.com–Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman menjadi contoh pemimpin yang berkeadilan dan toleran.

Penempatan pejabat mengisi jabatan eselon II dilingkup Pemeirintah Kabupaten (Pemkab) Bone, tidak memandang agama dan suku.

Selama para pejabat memiliki kinerja yang baik, maka tentunya akan dipertahankan.

Contoh paling nyata, dengan ditunjuknya Essau Stevanus Huwae Jacob, S.IP., M.Si menjabat Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Bone.

Ada pula H Dray Vibrianto yang merupakan pendatang asal Palu Sulawesi Tengah tetap dijabatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone.

Kedua pejabat ini dikenal berkinerja baik, berintegritas, dan menjunjung tinggi etika kepemimpinan.

Diketahui, pelantikan Essau bersama 10 pejabat eselon II lainnya berlangsung di Baruga Lateya Riduni Kompleks Rumah Jabatan Bupati Bone, 31 Desember 2025 lalu.

Dihari yang sama, bupati juga menganugerahkan pin kepada Dray Vibrianto atas kinerjanya selama memimpin DLH.

Utamanya menjaga Kota Bone tetap bersih serta berbagai capaian lainnya yang mengantar Bone meraih penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Keputusan Bupati Bone ini disambut positif masyarakat luas. Bupati dinilai membuktikan pantas disebut pemimpin berkeadilan, menjunjung tinggi toleransi.

“Pelantikan pejabat tanpa memandang agama dan suku, membuktikan bahwa Bupati Bone memang pemimpin yang adil. Beliau contoh pemimpin yang toleran,” ujar Rahman Arif, praktisi sosial yang juga akademisi di salah satu perguruan tinggi swasta, Selasa (6/1/2026).

Menurutnya, penunjukan Essau menjabat kepala inspektorat menjadi bukti dan Dray di posisi Kepala DLH menunjukkan, bahwa Bupati mengutamakan kualitas.

Essau merupakan pejabat yang berpengalaman dibidang auditor dan merupakan pejabat senior di inspektorat Daerah.

Sementara Dray adalah pejabat yang sudah mengisi beberapa jabatan eselon II sejak pemerintahan H Andi Fahsar M Padjalangi.

Bupati Bone menegaskan, penempatan pejabat berdasarkan kompetensi dan kinerja.

“Kita tidak melihat agama dan suku. Selama berkinerja baik, kompeten, kita beri jabatan. Ini semua untuk menghadirkan birokrasi yang unggul di Bone,” kata Andi Asman.

Sebaliknya, ketegasan juga diperlihatkan. Bupati tak segan menggeser pejabat yang dianggap tidak berkinerja baik.

Bahkan ada beberapa pejabat yang di demosi karena tidak menjalankan tugas dengan baik serta tidak beretika dan disiplin.

“Yang berkinerja baik kita berikan apresiasi dan sebaliknya yang tidak berkinerja, mohon maaf kita geser. Komitmen kami adalah bekerja untuk masyarakat, menghadirkan pemerintahan yang melayani,” tutup bupati. (kar/tar)

Admin

Share
Published by
Admin
Tags: Bupati Bone Pemkab Bone Toleransi Jabatan