Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan kenaikan mencapai 14,47 persen.
Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mengalami peningkatan cukup signifikan sebesar 4,46 persen, yang erat kaitannya dengan pola konsumsi masyarakat serta fluktuasi harga komoditas pangan.
Beberapa kelompok pengeluaran lain turut mencatat kenaikan harga, antara lain perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,72 persen, penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 1,24 persen, serta transportasi sebesar 0,42 persen.
Kenaikan juga terjadi pada sektor pendidikan 1,12 persen, kesehatan 1,63 persen, pakaian dan alas kaki 0,46 persen, rekreasi dan budaya 1,26 persen, serta perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga (0,22 persen).
Di sisi lain, terdapat satu kelompok pengeluaran yang justru mengalami penurunan harga atau deflasi, yakni kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,46 persen.
Kondisi ini dinilai turut menahan laju inflasi agar tidak meningkat lebih tinggi.
Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi bulanan (month to month/mtm) Sulsel pada Desember 2025 sebesar 0,49 persen.
Angka ini menunjukkan adanya kenaikan harga menjelang akhir tahun, namun masih dalam rentang yang terkendali. (ayi)

