27 C
Makassar
18 January 2026, 17:48 PM WITA

BMKG Peringatkan Risiko Banjir dan Longsor di Sulsel, Berlaku 5–7 Januari 2026

SulawesiPos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca berisiko untuk wilayah Sulawesi Selatan yang berlaku selama tiga hari, mulai Senin-Rabu (5-7/1/2026).

Peringatan ini berkaitan dengan potensi dampak hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor akibat peningkatan curah hujan di sejumlah daerah.

BMKG memetakan potensi banjir pada Selasa (6/1/2026), yang berisiko terjadi di wilayah Luwu Utara, Tana Toraja, dan Toraja Utara.

Pada hari yang sama, risiko tanah longsor diprediksi mengancam wilayah Enrekang dan Tana Toraja, yang dikenal memiliki topografi perbukitan dan lereng curam.

Sementara itu, pada Rabu (7/1/2026), potensi banjir kembali diperkirakan terjadi di Luwu Utara, Tana Toraja, dan Toraja Utara.

Adapun risiko tanah longsor masih berpeluang terjadi, khususnya di wilayah Tana Toraja.

BMKG menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi cukup panjang.

Curah hujan yang tinggi berpotensi meningkatkan debit sungai serta melemahkan struktur tanah, terutama di daerah rawan longsor.

Baca Juga: 
Prakiraan Cuaca Makassar Besok 7 Januari 2026, Hujan Sepanjang Hari

Imbauan BMKG

Sehubungan dengan hal tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG.

SulawesiPos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca berisiko untuk wilayah Sulawesi Selatan yang berlaku selama tiga hari, mulai Senin-Rabu (5-7/1/2026).

Peringatan ini berkaitan dengan potensi dampak hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor akibat peningkatan curah hujan di sejumlah daerah.

BMKG memetakan potensi banjir pada Selasa (6/1/2026), yang berisiko terjadi di wilayah Luwu Utara, Tana Toraja, dan Toraja Utara.

Pada hari yang sama, risiko tanah longsor diprediksi mengancam wilayah Enrekang dan Tana Toraja, yang dikenal memiliki topografi perbukitan dan lereng curam.

Sementara itu, pada Rabu (7/1/2026), potensi banjir kembali diperkirakan terjadi di Luwu Utara, Tana Toraja, dan Toraja Utara.

Adapun risiko tanah longsor masih berpeluang terjadi, khususnya di wilayah Tana Toraja.

BMKG menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi cukup panjang.

Curah hujan yang tinggi berpotensi meningkatkan debit sungai serta melemahkan struktur tanah, terutama di daerah rawan longsor.

Baca Juga: 
Wabup Bone Larang Praktik Percaloan Biaya Jasa Pemakaman

Imbauan BMKG

Sehubungan dengan hal tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/