SulawesiPos.com – Veda Ega Pratama, pembalap muda Indonesia berusia 17 tahun asal Gunungkidul, Yogyakarta, membuat Indonesia larut dalam kegilaan. Bagaimana tidak, Veda Pratama mencetak sejarah: untuk pertama kalinya pembalap Indonesia meraih podium di balapan kelas grand prix dunia.
Dalam balapan di kelas Moto3 di Sirkuit Ayrton Senna, Brazil, Minggu (22/3/2026) malam WIB, Veda Pratama yang membalap untuk Honda Team Asia, sukses meraih podium 3.
Ini nyata, bukan ilusi. Mencatatkan diri sebagai pembalap termuda di kejuaraan Moto3 musim 2026, dan sebagai pembalap debutan atau rookie, Veda Pratama naik podium menerima piala.
Yang tak kalah hebatnya, Veda Pratama adalah pembalap yang naik ke Moto3 melalui jalur privilege.
Batas usia minimal pembalap Moto3 sebenarnya 18 tahun. Veda Pratama yang saat balapan dimulai 1 Maret 2026 lalu di Thailand masih berusia 17 tahun.
Namun, Veda Pratama mendapat privilege karena berhasil masuk dalam tiga besar kejuaraan Red Bull Rookies Cup 2025.
Di kejuaraan itu, Veda Pratama meraih posisi runner-up, di belakang pembalap Spanyol Brian Uriarte yang menjadi juara.
Dalam kondisi seperti itulah, Veda Pratama membangunkan jutaan mata penggemarnya di tanah air dan juga di berbagai belahan dunia.
Pada balapan perdana di Sirkuit Buriram, Thailand, pada 1 Maret 2026, Veda Pratama mendapatkan posisi start yang sangat baik, mengalahkan semua rookie, yakni posisi 5.
Setelah berjuang lap demi lap, Veda Pratama akhirnya mampu finish di posisi 5. Hasil yang saat itu sudah sangat membanggakan.
Veda Pratama Tampil Menggila
Pada balapan kedua Moto3 di Sirkuit Ayrton Senna Brazil, 22 Maret 2026, Veda Pratama tampil benar gila.
Semula, Veda Pratama berhasil menempati posisi start 4 di belajang pembalap Malaysia Hakim Danish.
Pada balapan pertama ini, Veda Pratama sempat merangsek ke posisi 3, sebelum tergusur oleh pembalap lain.
Hingga lap 14, Veda Pratama hanya mampu berada di posisi 10, di belakang Hakim Danish yang berada di posisi 9.
Keberuntungan datang di lap 14 itu. Race Direction mengibarkan bendera merah atau red flag karena banyak pembalap yang mengalami kecelakaan.
Balapan di-restart atau balapan diulang untuk 5 lap. Posisi pembalap mengikuti posisi terakhir di lap 14 itu.
Dengan demikian, Veda Pratama harus puas dengan start dari posisi 10.
Tapi, di balapan ulang inilah, Veda Pratama hadir dengan setelan pabrik. Trengginas, agresif, tapi aman.
Satu per satu pembalap senior di depannya dilibas hingga bisa mendapatkan posisi 3.
Andai balapan ulang tidak hanya 5 lap, ada kemungkinan Veda Pratama masih bisa mengejar dua pembalap di depannya.*

