Dari Tangis Irfan Bachdim, Indonesia Bayar Tuntas Penantian 16 Tahun

SulawesiPos.com – Timnas Indonesia akhirnya mengakhiri penantian panjang dengan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda mengalahkan Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).

Gelar tersebut sekaligus menghidupkan kembali kenangan pahit Piala AFF 2010, ketika generasi Irfan Bachdim dan Cristian Gonzales gagal membawa Indonesia mengangkat trofi.

Memori itu kembali muncul melalui unggahan akun Instagram @indonesiatillidie.

Ilustrasi yang dibagikan memperlihatkan seorang anak mengenakan jersey Timnas Indonesia bertuliskan “BACHDIM 10” sedang menyaksikan pertandingan dari depan televisi.

Di sampingnya terdapat jersey bertuliskan “ROMENY 10”.

“Demi anak kecil berbaju timnas bertuliskan nama Irfan Bachdim yang menangis tak henti-henti di depan televisi 16 tahun lalu, menanglah malam ini!” tulis akun tersebut dalam keterangan unggahannya.

Unggahan itu menjadi simbol pertemuan dua generasi.

Nama Bachdim mewakili kenangan suporter pada era 2010, sedangkan Romeny menjadi bagian dari skuad yang akhirnya membawa Indonesia melewati final pada 2026.

BACA JUGA:  Kevin Diks Cetak Gol Indah, Gladbach Kalahkan Hoffenheim 4-0

Luka Piala AFF 2010

Indonesia menutup Piala AFF 2010 sebagai runner-up setelah kalah agregat 2-4 dari Malaysia.

Garuda takluk 0-3 pada leg pertama di Kuala Lumpur, kemudian menang 2-1 pada leg kedua di SUGBK.

Hasil tersebut membuat Indonesia kembali gagal meraih trofi setelah perjalanan panjang di turnamen Asia Tenggara.

Irfan Bachdim dan Cristian Gonzales menjadi dua nama yang melekat pada skuad Indonesia saat itu.

Perjalanan menuju final sempat membangkitkan harapan besar suporter, tetapi gelar akhirnya lepas dalam dua pertandingan melawan Malaysia.

Enam belas tahun kemudian, kenangan tersebut kembali hadir dalam bentuk ilustrasi Bachdim dan Romeny.

Unggahan suporter itu menggambarkan bagaimana memori kegagalan generasi 2010 akhirnya mendapat akhir berbeda pada 2026.

Drama 120 Menit Indonesia Vs Thailand

Final FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung ketat hingga babak tambahan.

Indonesia lebih dulu membuka keunggulan melalui Dean James pada menit ke-84.

Thailand kemudian menyamakan kedudukan tiga menit berselang melalui Iklas Sanron.

BACA JUGA:  John Herdman Tantang Jepang dan Qatar, Timnas Indonesia Siap Kejutkan Asia

Pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu.

Thailand bahkan berbalik unggul 2-1 lewat Peeradol Chamrasamee pada menit ke-111.

Indonesia kembali menemukan jalan keluar melalui Elkan Baggott.

Bek kelahiran Bangkok tersebut mencetak gol pada menit ke-116 untuk mengubah skor menjadi 2-2.

Hingga 120 menit pertandingan berakhir, tidak ada gol tambahan sehingga juara harus ditentukan melalui adu penalti.

Emil Audero Jadi Penentu

Dalam adu penalti, Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama sukses menjalankan tugas sebagai eksekutor Indonesia.

Thailand kehilangan peluang setelah Sarach Yooyen gagal mencetak gol, sementara eksekusi Nattapong Sayriya berhasil ditepis Emil Audero.

Penyelamatan tersebut memastikan Indonesia menang 4-2 dalam adu penalti sekaligus menjadi juara perdana FIFA ASEAN Cup.

Audero pun menjadi salah satu tokoh penting dalam momen bersejarah tersebut setelah menggagalkan penalti penentu Thailand.

Penantian yang Akhirnya Tuntas

Keberhasilan Indonesia menjadi juara membuat perjalanan panjang dari generasi 2010 menuju 2026 terasa semakin kuat.

BACA JUGA:  DPR Setujui Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery, Ingatkan PSSI Tak Abaikan Pemain Lokal

Jika Piala AFF 2010 meninggalkan kenangan pahit bagi suporter, final FIFA ASEAN Cup 2026 menghadirkan akhir berbeda.

Indonesia bukan lagi sekadar mencapai final, tetapi berhasil membawa pulang trofi setelah melewati drama 120 menit dan adu penalti.

Ilustrasi Bachdim dan Romeny yang beredar di media sosial kemudian menjadi gambaran sederhana tentang perjalanan waktu tersebut: dari anak-anak yang menyaksikan kegagalan Indonesia di depan televisi pada 2010, hingga generasi yang akhirnya melihat Garuda mengangkat trofi pada 2026.

Enam belas tahun setelah malam penuh kekecewaan itu, penantian suporter Indonesia akhirnya terbayar.

SulawesiPos.com – Timnas Indonesia akhirnya mengakhiri penantian panjang dengan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda mengalahkan Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).

Gelar tersebut sekaligus menghidupkan kembali kenangan pahit Piala AFF 2010, ketika generasi Irfan Bachdim dan Cristian Gonzales gagal membawa Indonesia mengangkat trofi.

Memori itu kembali muncul melalui unggahan akun Instagram @indonesiatillidie.

Ilustrasi yang dibagikan memperlihatkan seorang anak mengenakan jersey Timnas Indonesia bertuliskan “BACHDIM 10” sedang menyaksikan pertandingan dari depan televisi.

Di sampingnya terdapat jersey bertuliskan “ROMENY 10”.

“Demi anak kecil berbaju timnas bertuliskan nama Irfan Bachdim yang menangis tak henti-henti di depan televisi 16 tahun lalu, menanglah malam ini!” tulis akun tersebut dalam keterangan unggahannya.

Unggahan itu menjadi simbol pertemuan dua generasi.

Nama Bachdim mewakili kenangan suporter pada era 2010, sedangkan Romeny menjadi bagian dari skuad yang akhirnya membawa Indonesia melewati final pada 2026.

BACA JUGA:  DPR Setujui Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery, Ingatkan PSSI Tak Abaikan Pemain Lokal

Luka Piala AFF 2010

Indonesia menutup Piala AFF 2010 sebagai runner-up setelah kalah agregat 2-4 dari Malaysia.

Garuda takluk 0-3 pada leg pertama di Kuala Lumpur, kemudian menang 2-1 pada leg kedua di SUGBK.

Hasil tersebut membuat Indonesia kembali gagal meraih trofi setelah perjalanan panjang di turnamen Asia Tenggara.

Irfan Bachdim dan Cristian Gonzales menjadi dua nama yang melekat pada skuad Indonesia saat itu.

Perjalanan menuju final sempat membangkitkan harapan besar suporter, tetapi gelar akhirnya lepas dalam dua pertandingan melawan Malaysia.

Enam belas tahun kemudian, kenangan tersebut kembali hadir dalam bentuk ilustrasi Bachdim dan Romeny.

Unggahan suporter itu menggambarkan bagaimana memori kegagalan generasi 2010 akhirnya mendapat akhir berbeda pada 2026.

Drama 120 Menit Indonesia Vs Thailand

Final FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung ketat hingga babak tambahan.

Indonesia lebih dulu membuka keunggulan melalui Dean James pada menit ke-84.

Thailand kemudian menyamakan kedudukan tiga menit berselang melalui Iklas Sanron.

BACA JUGA:  Comeback Elkan Baggott Langsung Dipuji Kapten! Jay Idzes: Pemain Top!

Pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu.

Thailand bahkan berbalik unggul 2-1 lewat Peeradol Chamrasamee pada menit ke-111.

Indonesia kembali menemukan jalan keluar melalui Elkan Baggott.

Bek kelahiran Bangkok tersebut mencetak gol pada menit ke-116 untuk mengubah skor menjadi 2-2.

Hingga 120 menit pertandingan berakhir, tidak ada gol tambahan sehingga juara harus ditentukan melalui adu penalti.

Emil Audero Jadi Penentu

Dalam adu penalti, Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama sukses menjalankan tugas sebagai eksekutor Indonesia.

Thailand kehilangan peluang setelah Sarach Yooyen gagal mencetak gol, sementara eksekusi Nattapong Sayriya berhasil ditepis Emil Audero.

Penyelamatan tersebut memastikan Indonesia menang 4-2 dalam adu penalti sekaligus menjadi juara perdana FIFA ASEAN Cup.

Audero pun menjadi salah satu tokoh penting dalam momen bersejarah tersebut setelah menggagalkan penalti penentu Thailand.

Penantian yang Akhirnya Tuntas

Keberhasilan Indonesia menjadi juara membuat perjalanan panjang dari generasi 2010 menuju 2026 terasa semakin kuat.

BACA JUGA:  Belum Debut di PSM, Sergio Aguero Dicoret dari Skuad Malaysia

Jika Piala AFF 2010 meninggalkan kenangan pahit bagi suporter, final FIFA ASEAN Cup 2026 menghadirkan akhir berbeda.

Indonesia bukan lagi sekadar mencapai final, tetapi berhasil membawa pulang trofi setelah melewati drama 120 menit dan adu penalti.

Ilustrasi Bachdim dan Romeny yang beredar di media sosial kemudian menjadi gambaran sederhana tentang perjalanan waktu tersebut: dari anak-anak yang menyaksikan kegagalan Indonesia di depan televisi pada 2010, hingga generasi yang akhirnya melihat Garuda mengangkat trofi pada 2026.

Enam belas tahun setelah malam penuh kekecewaan itu, penantian suporter Indonesia akhirnya terbayar.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru