Categories: Sepakbola

Persib Bandung Menang atas FC Seoul, Pagolonet Ungkap PSM Makassar Sudah Lebih Dulu pada 1996

SulawesiPos.com, Makassar – Pengamat sepak bola Makassar dari Pagolonet meluruskan anggapan bahwa Persib Bandung menjadi klub Indonesia pertama yang mengalahkan wakil Korea Selatan di kompetisi Asia.

Menurut Pagolonet, catatan tersebut perlu dilihat berdasarkan sejarah dan konteks kompetisi.

Sebab, PSM Makassar telah lebih dahulu menundukkan klub Korea Selatan pada 1996, ketika menghadapi Pohang Steelers.

“Sebagai turnamen pengalaman saja, pertama kali PSM masuk kompetisi Asia karena jadi runner up musim 1995/96, hitungannya debutan ki. Debutan kalahkan juara tahun itu mah beyond mi,” ujar pengelola Pagolonet saat dihubungi SulawesiPos.com, Jumat (18/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul ramainya pembahasan di media sosial setelah Persib meraih kemenangan 1-0 atas FC Seoul di Seoul, Rabu (16/9/2026).

Sejumlah suporter Persib menyebut hasil tersebut sebagai catatan pertama klub Indonesia yang mampu mengalahkan wakil Korea Selatan di kompetisi Asia.

Namun, arsip pertandingan menunjukkan PSM telah mencatat hasil serupa tiga dekade sebelumnya.

PSM Hadapi Pohang pada 1996

Pada 1996, Juku Eja menghadapi Pohang Steelers dalam Asian Club Championship.

Laga leg pertama berlangsung di Stadion Mattoanging, Makassar dan berakhir dengan skor 1-0 untuk tuan rumah melalui gol Jacksen F. Tiago.

Pohang kemudian membalas pada leg kedua dengan kemenangan 4-0.

Hasil tersebut membuat PSM tersingkir dengan agregat 1-4.

Perjalanan Pohang pada kompetisi tersebut berlanjut hingga mereka menjadi juara Asia.

Kondisi itu membuat hasil yang diraih klub asal Makassar tersebut memiliki konteks tersendiri, terlebih saat itu PSM baru menjalani debut di kompetisi antarklub Asia setelah berstatus runner-up musim 1995/1996.

Ramai di Media Sosial

Catatan lama tersebut kembali muncul setelah kemenangan Persib atas FC Seoul menjadi perbincangan di platform X.

Pagolonet mengatakan sebagian pembahasan muncul karena adanya kekeliruan dalam melihat rekam jejak klub Indonesia di kompetisi Asia.

“Kemarin itu di X lebih ramai, karena mereka salah data, dia kira mereka memang, padahal kita. Sudah cocok kita, karena nama kompetisinya sudah Piala Champions bukan lagi Asian Championship, PSM yang bertanding PSM yang sudah di liga profesional,” katanya.

Perbincangan itu kemudian membuat sejumlah arsip lama kembali dicari dan dibagikan.

Salah satunya berupa kliping majalah Bola yang menjadi salah satu bahan dokumentasi Pagolonet.

“Datanya juga kemarin fotty ranking pi kasih keluar baru semua orang ngeh, plus ada Klipper orang Bandung yang kasih keluar data, itumi klippingnya yang saya ambil dari majalah Bola,” tuturnya.

Beda Era dan Level Kompetisi

Pagolonet juga menilai perbandingan antara hasil PSM pada 1996 dan Persib pada 2026 harus memperhatikan konteks masing-masing kompetisi.

Menurutnya, kondisi sepak bola Asia Tenggara telah berubah, termasuk dari sisi komposisi pemain yang memperkuat klub-klub peserta.

“Udeeeh, jujur ini tidak mencoba bias, susah PSM Sekarang klub asia tenggara gampang menang di ACL tinggal beli pemain asing banyak. buriram sama JDT menangan di ACL karena startingnya bisa cuma satu orang orang Malaysia sama Thai nya selebihnya pemain Asing,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kompetisi yang diikuti Persib saat ini tidak berada pada level yang sama dengan ajang yang diikuti PSM pada 1996.

“Btw Persib itu turnamen nya sebenarnya tier 2 tidak apple to apple sebenarnya apa yang terjadi di 96, PSM itu tier 1, dulu hitungannya Persib ini piala Winners,” lanjutnya.

Pagolonet kemudian memperjelas bahwa saat menghadapi Pohang, PSM sudah berada di era Asian Club Championship (ACC), bukan Asian Club Tournament (ACT).

“Oh iya maksudku tadi PSM sudah di Asian Club Championship bukan di Asian Club Tournament lagi. Karena 3 kali berubah nama dari ACT-ACC-ACL,” jelasnya.

Dengan demikian, kemenangan Persib atas FC Seoul pada 2026 kembali membuka catatan sejarah klub Indonesia di pentas Asia.

Tiga puluh tahun sebelumnya, PSM telah lebih dahulu mengalahkan Pohang Steelers 1-0 dalam kompetisi utama antarklub Asia.

Perbedaan era, format, serta level kompetisi membuat kedua hasil tersebut memiliki konteks masing-masing dalam perjalanan sepak bola Indonesia di Asia.

Kristio D. Reski

Share
Published by
Kristio D. Reski
Tags: Persib Bandung PSM Makassar AFC Champions League Two Sepak Bola Asia FC Seoul Pohang Steelers