“Saya kira itu sesuai dengan apa yang ingin kami capai: penampilan bagus secara individu dan kolektif sepanjang pertandingan, dari para pemain yang menjadi starter maupun yang masuk sebagai pengganti, clean sheet, gol-gol, dan sepak bola menyerang. Malam yang bagus secara keseluruhan,” kata Carrick dalam konferensi pers.
United belum memperoleh hasil yang diinginkan pada awal Premier League, tetapi Carrick menilai sejumlah unsur permainan timnya sudah terlihat.
“Dari sisi hasil, ini bukan awal yang kami inginkan. Kami menginginkan lebih banyak poin di liga. Namun, dari sisi penampilan, ada banyak hal yang sedang kami cari,” ujarnya.
“Secara kolektif, sebagai sebuah tim, kami telah melakukan banyak hal yang benar. Itulah sebabnya kami bersemangat melihat apa yang akan dibawa musim ini. Ini sangat menggembirakan bagi saya,” lanjut Carrick.
Pelatih United juga memuji karakter permainan Sesko yang menjalani penampilan pertamanya sebagai starter musim ini.
Penyerang Slovenia tersebut sebelumnya mencetak gol setelah masuk dari bangku cadangan saat menghadapi Everton.
“Ia menawarkan jenis ancaman yang berbeda. Kami tahu apa yang diberikan Ben dan tidak banyak pemain yang dapat memberi kami apa yang ia miliki: kecepatan, kekuatan fisik, kemampuan bermain di garis terakhir, dan berlari ke belakang pertahanan. Senang melihatnya kembali,” kata Carrick.
Dambrauskas Akui Sabah Terlalu Dalam
Pelatih Sabah Valdas Dambrauskas menilai timnya tidak datang ke Old Trafford dengan rasa takut.
Wakil Azerbaijan itu mencoba mempertahankan identitas permainan, meski tidak mampu menghasilkan gol.
“Saya tidak merasa kami gemetar atau takut. Kami mencoba bermain dan melakukannya selama 90 menit. Sesekali kami mampu keluar dari tekanan United,” kata Dambrauskas dalam konferensi pers, dalam terjemahan bahasa Indonesia.
Ia mengakui Sabah seharusnya dapat menjaga skor tetap lebih rapat.
Posisi lini belakang yang terlalu dalam memberi ruang bagi pemain United untuk menerima bola, berbalik, dan berlari menuju pertahanan.
“Kami semua akan pulang dengan pikiran bahwa kami sebenarnya bisa tampil lebih baik, terutama mengenai hasil. Selisih skornya seharusnya bisa sedikit lebih kecil,” ujarnya.
“Kami mungkin tidak cukup berani dari lini belakang. Para bek tengah kami bertahan terlalu dalam—bukan karena takut, tetapi mungkin karena minim pengalaman kami terlalu membesar-besarkan kekuatan lawan. Ketika Anda tidak mempersempit ruang dan membiarkan pemain-pemain itu berbalik serta berlari, hampir mustahil menghentikan mereka,” lanjut Dambrauskas.
United selanjutnya menghadapi Manchester City di Premier League pada Minggu (13/9/2026).
Pada pertandingan kedua fase liga Liga Champions, Setan Merah dijadwalkan bertandang ke markas Atletico Madrid.

