Malut United Ditahan Persita di Kie Raha, Imran Nahumarury: Kami Kehilangan Momentum

SulawesiPos.com, Ternate – Duel sengit tersaji saat Malut United menghadapi Persita Tangerang dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Kie Raha, Sabtu malam.

Pertandingan berlangsung ketat dan berakhir imbang 1-1 setelah kedua tim saling menekan sepanjang laga.

Tampil di hadapan pendukung sendiri, Malut United langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal.

Tekanan demi tekanan diberikan melalui permainan cepat dari sisi sayap yang beberapa kali merepotkan lini belakang Persita.

Namun tim tamu tampil disiplin dan mampu memanfaatkan celah lewat skema serangan balik cepat.

Persita sukses mencuri momentum dan membuat pertandingan berjalan lebih terbuka hingga kedua tim sama-sama mencetak gol.

Pelatih Malut United, Imran Nahumarury, mengaku timnya kehilangan ritme permainan setelah unggul lebih dulu.

“Kami sebenarnya mengontrol pertandingan, tetapi kehilangan momentum di babak kedua. Persita bermain sangat efektif dan kami harus menerima hasil ini,” ujar Imran usai pertandingan.

Sementara itu, kubu Persita menyambut positif hasil satu poin di kandang lawan.

BACA JUGA: 
PSM Makassar Tumbang di Kandang, Pernyataan Pelatih & Pemain Ini Bikin Suporter Tersentuh

Pelatih Persita menilai mental bertanding anak asuhnya patut diapresiasi karena mampu bangkit di bawah tekanan suporter tuan rumah.

“Pemain menunjukkan karakter yang luar biasa. Bermain di Kie Raha tidak mudah, tetapi kami mampu menjaga fokus hingga akhir laga,” kata pelatih Persita.

Hasil imbang ini membuat Malut United gagal mengamankan kemenangan di laga kandang terakhir musim ini.

Meski begitu, tim berjuluk Laskar Kie Raha masih menjaga peluang finis di papan atas klasemen.

Di sisi lain, Persita membawa pulang poin penting yang menjaga posisi mereka tetap kompetitif menjelang pekan terakhir kompetisi.

Atmosfer Stadion Gelora Kie Raha sendiri kembali menjadi sorotan.

Ribuan suporter memenuhi tribune dan memberikan dukungan penuh sepanjang pertandingan, menciptakan suasana panas khas sepak bola Indonesia Timur.

SulawesiPos.com, Ternate – Duel sengit tersaji saat Malut United menghadapi Persita Tangerang dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Kie Raha, Sabtu malam.

Pertandingan berlangsung ketat dan berakhir imbang 1-1 setelah kedua tim saling menekan sepanjang laga.

Tampil di hadapan pendukung sendiri, Malut United langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal.

Tekanan demi tekanan diberikan melalui permainan cepat dari sisi sayap yang beberapa kali merepotkan lini belakang Persita.

Namun tim tamu tampil disiplin dan mampu memanfaatkan celah lewat skema serangan balik cepat.

Persita sukses mencuri momentum dan membuat pertandingan berjalan lebih terbuka hingga kedua tim sama-sama mencetak gol.

Pelatih Malut United, Imran Nahumarury, mengaku timnya kehilangan ritme permainan setelah unggul lebih dulu.

“Kami sebenarnya mengontrol pertandingan, tetapi kehilangan momentum di babak kedua. Persita bermain sangat efektif dan kami harus menerima hasil ini,” ujar Imran usai pertandingan.

Sementara itu, kubu Persita menyambut positif hasil satu poin di kandang lawan.

BACA JUGA: 
PSM Makassar Tumbang di Kandang, Pernyataan Pelatih & Pemain Ini Bikin Suporter Tersentuh

Pelatih Persita menilai mental bertanding anak asuhnya patut diapresiasi karena mampu bangkit di bawah tekanan suporter tuan rumah.

“Pemain menunjukkan karakter yang luar biasa. Bermain di Kie Raha tidak mudah, tetapi kami mampu menjaga fokus hingga akhir laga,” kata pelatih Persita.

Hasil imbang ini membuat Malut United gagal mengamankan kemenangan di laga kandang terakhir musim ini.

Meski begitu, tim berjuluk Laskar Kie Raha masih menjaga peluang finis di papan atas klasemen.

Di sisi lain, Persita membawa pulang poin penting yang menjaga posisi mereka tetap kompetitif menjelang pekan terakhir kompetisi.

Atmosfer Stadion Gelora Kie Raha sendiri kembali menjadi sorotan.

Ribuan suporter memenuhi tribune dan memberikan dukungan penuh sepanjang pertandingan, menciptakan suasana panas khas sepak bola Indonesia Timur.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru