SulawesiPos.com – Klub Premier League, Crystal Palace, resmi mencatat sejarah baru setelah memastikan langkah ke final UEFA Conference League 2026 usai menaklukkan Shakhtar Donetsk dengan skor 2-1 pada leg kedua semifinal di Selhurst Park, Jumat (8/5/2026) dini hari WIB.
Kemenangan tersebut membuat The Eagles unggul agregat meyakinkan 5-2 setelah sebelumnya sukses mencuri kemenangan 3-1 pada leg pertama.
Hasil ini sekaligus membawa Crystal Palace tampil di final kompetisi Eropa untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub.
Atmosfer Selhurst Park terasa luar biasa sejak sebelum pertandingan dimulai.
Ribuan suporter Palace memadati stadion untuk menyaksikan salah satu malam terbesar dalam sejarah klub.
Anak asuh Oliver Glasner datang dengan modal keunggulan dua gol agregat, namun tetap tampil agresif sejak menit awal.
Sebaliknya, Shakhtar Donetsk mencoba tampil menyerang demi mengejar ketertinggalan.
Wakil Ukraina itu langsung memberikan tekanan melalui permainan cepat dan kombinasi umpan pendek di area pertahanan Palace.
Crystal Palace sempat mencetak gol cepat melalui Yino Pino, tetapi dianulir VAR karena offside.
Meski begitu, tekanan tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-25.
Berawal dari serangan di sisi kanan, bola silang Daniel Muñoz justru mengenai Pedro Henrique dan masuk ke gawang sendiri.
Gol bunuh diri tersebut membuat Palace unggul 1-0 dan memperlebar agregat menjadi 4-1.
Shakhtar tidak menyerah begitu saja.
Tim tamu berhasil menyamakan skor pada menit ke-34 melalui aksi Eguinaldo.
Penyerang asal Brasil itu melepaskan penyelesaian klinis setelah memanfaatkan celah di lini pertahanan Palace.
Gol tersebut sempat membuat pertandingan kembali hidup.
Namun, Crystal Palace tampil jauh lebih tenang memasuki babak kedua.
Tim asal London itu bermain efektif dengan mengandalkan serangan balik cepat yang beberapa kali merepotkan pertahanan Shakhtar.
Gol penentu akhirnya lahir pada menit ke-52 melalui Ismaila Sarr.
Winger asal Senegal itu berhasil menyelesaikan umpan Tyrick Mitchell dengan tembakan akurat yang gagal dihentikan kiper Shakhtar.
Gol tersebut membuat Palace kembali unggul 2-1 dan praktis mengunci tiket final.
Selepas gol kedua, Palace mulai bermain lebih nyaman.
Oliver Glasner melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga tempo permainan sekaligus mengamankan keunggulan.
Shakhtar sendiri tetap berusaha menyerang, tetapi solidnya lini belakang Palace membuat peluang mereka sulit berkembang.
Penampilan Dean Henderson di bawah mistar juga menjadi salah satu faktor penting kemenangan tuan rumah.
Kiper Inggris tersebut tampil sigap menghalau sejumlah peluang berbahaya yang diciptakan pemain Shakhtar sepanjang pertandingan.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian fenomenal bagi Crystal Palace.
Klub yang sebelumnya lebih dikenal sebagai tim papan tengah Premier League kini sukses menjelma menjadi salah satu kejutan terbesar di Eropa musim ini.
Perjalanan Palace menuju final memang terbilang luar biasa.
Mereka mampu melewati sejumlah lawan tangguh dengan permainan disiplin dan mental kuat.
Kehadiran Oliver Glasner juga menjadi titik balik penting dalam transformasi permainan tim.
Menariknya, final nanti juga berpotensi menjadi laga perpisahan sempurna bagi Glasner yang dikabarkan akan meninggalkan klub pada akhir musim.
Pelatih asal Austria tersebut kini tinggal selangkah lagi mempersembahkan trofi Eropa pertama dalam sejarah Crystal Palace.
Di sisi lain, Shakhtar Donetsk tetap layak mendapat apresiasi tinggi.
Meski gagal melaju ke final, wakil Ukraina itu kembali menunjukkan daya juang luar biasa di tengah situasi sulit yang masih membayangi sepak bola Ukraina dalam beberapa tahun terakhir.
Pada partai final UEFA Conference League 2026 nanti, Crystal Palace akan menghadapi wakil Spanyol, Rayo Vallecano, yang sukses menyingkirkan Strasbourg di semifinal lainnya.
Final dijadwalkan berlangsung di Leipzig, Jerman, pada 27 Mei 2026.
Dengan performa impresif yang mereka tunjukkan sepanjang musim, Crystal Palace kini bukan lagi sekadar tim kejutan.
The Eagles sudah berubah menjadi kandidat kuat juara Eropa musim ini.

