SulawesiPos.com — Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris, Premier League, kembali memasuki periode spesial seiring datangnya bulan suci Ramadan 2026.
Sejumlah pemain Muslim dari berbagai klub diperkirakan tetap tampil kompetitif sembari menunaikan ibadah puasa.
Fenomena ini bukan hal baru di sepak bola Inggris.
Dalam beberapa musim terakhir, atmosfer toleransi dan dukungan terhadap pemain yang berpuasa semakin terasa.
Bahkan, sejumlah pertandingan memberi ruang jeda singkat saat waktu berbuka tiba.
Liverpool dan Manchester City Punya Banyak Pemain Muslim
Di kubu Liverpool, sosok Mohamed Salah menjadi figur paling dikenal sebagai pemain Muslim yang konsisten tampil impresif meski berpuasa.
Selain Salah, ada juga Ibrahima Konaté yang turut menjalani Ramadan di tengah jadwal padat liga.
Sementara itu, Manchester City memiliki sejumlah nama seperti Rayan Aït-Nouri, Rayan Cherki, Omar Marmoush, hingga Khusanov yang tercatat dalam skuad musim ini.
Arsenal hingga Manchester United
Bek andalan Arsenal, William Saliba, juga termasuk pemain yang menjalankan ibadah puasa.
Kehadirannya menjadi bagian penting dalam lini pertahanan The Gunners.
Di sisi lain, Manchester United memiliki beberapa pemain Muslim seperti Amad Diallo dan Noussair Mazraoui.
Keduanya diperkirakan tetap tampil maksimal selama Ramadan berlangsung.
Klub Lain Tak Ketinggalan
Dari London hingga wilayah utara Inggris, sejumlah klub turut diperkuat pemain Muslim.
Chelsea memiliki Wesley Fofana dan Mamadou Sarr.
Tottenham Hotspur juga diperkuat nama-nama seperti Yves Bissouma dan Pape Matar Sarr.
Sementara di West Ham United terdapat Jean-Clair Todibo dan Malick Diouf.
Kehadiran mereka menunjukkan bahwa keberagaman menjadi warna tersendiri dalam kompetisi paling populer di dunia tersebut.
Profesionalisme dan Dukungan Klub
Bermain sepak bola profesional sambil berpuasa tentu membutuhkan manajemen fisik dan nutrisi yang baik.
Klub-klub Premier League kini memiliki tim medis serta ahli gizi yang membantu pemain menjaga kebugaran selama Ramadan.
Dalam beberapa musim terakhir, ofisial pertandingan bahkan memberikan toleransi berupa penghentian sementara laga saat azan magrib, demi memberi kesempatan pemain berbuka puasa.
Ramadan dan Sepak Bola: Harmoni di Lapangan Hijau
Ramadan tidak menghalangi para pemain untuk tetap tampil kompetitif.
Justru, banyak di antara mereka yang menunjukkan performa luar biasa selama bulan suci. Disiplin spiritual dan profesionalisme berjalan beriringan.
Dengan dukungan klub, rekan setim, dan federasi, para pemain Muslim di Premier League kembali membuktikan bahwa ibadah dan prestasi dapat berjalan bersama di panggung sepak bola dunia.

