Sorotan ke Tomas Trucha
Sorotan kini tertuju kepada pelatih Tomas Trucha. Pria asal Republik Ceko yang berlisensi UEFA Pro ini direkrut oleh PSM pada 28 Oktober 2025.
Tomas Trucha direkrut untuk mengisi kekosongan pelatih tetap, setelah PSM ditinggalkan oleh Bernardo Tavarez. Harapannya saat itu adalah mengangkat performa PSM yang sedang megap-megap.
Laga pertama di bawah arahan Tomas Trucha, PSM bermain seri 1-1 dengan Madura United.
Dalam dua lagi berikutnya, PSM sepertinya akan bangkit keperkasaannya, setelah menghajar Dewa United dengan skor 1-0, kemudian bikin geleng-geleng kepala ketika membantai PSBS Biak dengan skor 5-0.
Keperkasaan PSM bersama Toma Trucha berlanjut dengan mengalahkan Persis Solo, klub yang menghuni dasar klasemen, dengan skor 4-3.
Tapi, hanya sampai di situ saja. Selanjutnya PSM menjadi loyo seolah kekurangan vitamin.
Menghadapi laga klasik melawan Persebaya Surabaya, PSM masih mampu menyamakan skor menjadi 1-1, meski satu pemainnya, Akbar Tanjung, mendapat kartu merah.
Cerita selanjutnya adalah nelangsa. Lima pertandingan berturut-turut, PSM keok, tak berkokok, tak mampu berdiri dengan kepala tegak.
Dimulai dari laga melawan Malut United, PSM kalah 0-1. Melawan raksasa liga Persib Bandung, PSM kembali keok 0-1. Lalu, tak mampu berkutik menghadapi keperkasaan Borneo FC dengan skor 1-2.
Menghadapi Bali United, PSM kalah dengan skor 0-2, dan lagi-lagi satu pemain mendapat kartu merah: Syahrul Lasinari.

