27 C
Makassar
18 January 2026, 18:30 PM WITA

Nasib Xabi Alonso, Cetak Sejarah Bayer Leverkusen Namun Gigit Jari di Real Madrid

Overview

  • Real Madrid memecat Xabi Alonso dari kursi pelatih pada 13 Januari 2025, sehari setelah kekalahan dari Barcelona FC di Piala Super Spanyol.
  • Xabi Alonso pernah membela Real Madrid sebagai pemain gelandang selama lima musim dan namanya menjadi legenda Madrid.
  • Real Madrid menunjuk Alvaro Arbeloa menggantikan Xabi Alonso, namun dikabarkan sedang memburu Juergen Klopp atai Enzo Maresca.

 SulawesiPos.com – Xabi Alonsi, lengkapnya Xabier Alonso Olano, adalah pemain legenda Real Madrid. Namun, apa daya, ketika dia menjadi pelatih, hanya mampu bertahan delapan bulan sebelum didepak.

Real Madrid kalah dari Barcelona FC dalam babak final Piala Super Spanyol12 Januari 2026. Sehari setelahnya, Real Madrid memecat Xabi Alonso.

Xabi Alonso yang kelahiran 25 November 1981 adalah pemain gelandang yang menjadi legenda setelah membela Real Madrid selama lima musim, lalu pindah ke Bayern Munich selama tiga musim, sebelum pensiun pada 2017 di usia 35 tahun.

Kariernya sebagai pelatih melesat saat menukangi Bayer Leverkusan mulai Mei 2022. Dia membawa Leverkusen meraih gelar juara Bundesliga pertamanya pada 2024, dan menjadi satu-satunya tim yang tidak terkalahkan dalam sejarah Bundesliga.

Baca Juga: 
Persib vs Persija 1-0: Beckham Putra Jadi Penentu, Persija Main 10 Pemain

Langkah Xabi Alonso menerima pinangan Real Madrid dan meninggalkan Bayer Leverkusen saat berada di puncak kejayaan, menjadi titik balik.

Dari sisi statistik, pemecatan Xabi Alonso oleh Real Madrid sebenarnya menjadi pertanyaan. Dia sudah memimpin 34 pertandingan, dengan hasil 24 kemenangan, 4 seri, dan 6 kalah.

Namun, Real Madrid tidak berkaca pada data statistik. Kekalahan dari Barcelona, musuh bebuyutan, menjadi hal yang memalukan sehingga mereka memutus langkah Xabi Alonso.

Xabi Alonso awalnya membawa harapan baru bahwa Real Madrid akan membuat prestasi gemilang.

Bagaimana tidak, hingga 1 November 2025, Madrid di bawah asuhan Alonso memenangi 17 dari 20 laga dan memimpin klasemen La Liga, serta memenangi semua laga Liga Champions.

Namun, setelah 1 November 2025, angin seperti berhenti bertiup. Dari 9 laga, Madrid hanya menang 3 kali. Posisi pemimpin klasemen La Liga pun akhirnya direbut Barcelona.

Overview

  • Real Madrid memecat Xabi Alonso dari kursi pelatih pada 13 Januari 2025, sehari setelah kekalahan dari Barcelona FC di Piala Super Spanyol.
  • Xabi Alonso pernah membela Real Madrid sebagai pemain gelandang selama lima musim dan namanya menjadi legenda Madrid.
  • Real Madrid menunjuk Alvaro Arbeloa menggantikan Xabi Alonso, namun dikabarkan sedang memburu Juergen Klopp atai Enzo Maresca.

 SulawesiPos.com – Xabi Alonsi, lengkapnya Xabier Alonso Olano, adalah pemain legenda Real Madrid. Namun, apa daya, ketika dia menjadi pelatih, hanya mampu bertahan delapan bulan sebelum didepak.

Real Madrid kalah dari Barcelona FC dalam babak final Piala Super Spanyol12 Januari 2026. Sehari setelahnya, Real Madrid memecat Xabi Alonso.

Xabi Alonso yang kelahiran 25 November 1981 adalah pemain gelandang yang menjadi legenda setelah membela Real Madrid selama lima musim, lalu pindah ke Bayern Munich selama tiga musim, sebelum pensiun pada 2017 di usia 35 tahun.

Kariernya sebagai pelatih melesat saat menukangi Bayer Leverkusan mulai Mei 2022. Dia membawa Leverkusen meraih gelar juara Bundesliga pertamanya pada 2024, dan menjadi satu-satunya tim yang tidak terkalahkan dalam sejarah Bundesliga.

Baca Juga: 
Rumor Cyrus Margono Gabung Persib Bandung Usai Gagal Datangkan Maarten Paes

Langkah Xabi Alonso menerima pinangan Real Madrid dan meninggalkan Bayer Leverkusen saat berada di puncak kejayaan, menjadi titik balik.

Dari sisi statistik, pemecatan Xabi Alonso oleh Real Madrid sebenarnya menjadi pertanyaan. Dia sudah memimpin 34 pertandingan, dengan hasil 24 kemenangan, 4 seri, dan 6 kalah.

Namun, Real Madrid tidak berkaca pada data statistik. Kekalahan dari Barcelona, musuh bebuyutan, menjadi hal yang memalukan sehingga mereka memutus langkah Xabi Alonso.

Xabi Alonso awalnya membawa harapan baru bahwa Real Madrid akan membuat prestasi gemilang.

Bagaimana tidak, hingga 1 November 2025, Madrid di bawah asuhan Alonso memenangi 17 dari 20 laga dan memimpin klasemen La Liga, serta memenangi semua laga Liga Champions.

Namun, setelah 1 November 2025, angin seperti berhenti bertiup. Dari 9 laga, Madrid hanya menang 3 kali. Posisi pemimpin klasemen La Liga pun akhirnya direbut Barcelona.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/