Acwa Arab Saudi–PT GARAM Siapkan Proyek Rp6,4 Triliun, Ubah Air Laut Gresik Jadi Air Bersih dan Garam Industri

Acwa akan menangani pemilihan teknologi, desain teknis, struktur pembiayaan, rekayasa, pengadaan, konstruksi, operasi, pemeliharaan, pelatihan, serta transfer pengetahuan kepada tenaga PT GARAM dan perusahaan proyek.

PT GARAM akan memimpin penyiapan lokasi dan akses proyek, perizinan, koordinasi pemangku kepentingan, serta pengembangan pasar dan saluran komersial bagi air dan garam yang dihasilkan.

Pemulihan mineral laut lain dari aliran desalinasi juga sedang dipertimbangkan, tetapi pelaksanaannya masih bergantung pada studi kelayakan teknis, ekonomi, dan lingkungan.

Desalinasi SWRO membutuhkan listrik cukup besar, sedangkan pengambilan air laut dan pengelolaan brine berpotensi memengaruhi organisme serta keseimbangan salinitas perairan apabila tidak dirancang, diencerkan, dipantau, dan dibuang sesuai standar lingkungan.

Karena itu, nilai strategis proyek bukan hanya ditentukan besarnya investasi dan kapasitas produksi, melainkan juga efisiensi energi, sumber listrik rendah emisi, perlindungan ekosistem pesisir, keterlibatan masyarakat, transparansi perizinan, serta keberhasilan alih teknologi kepada tenaga kerja Indonesia.

Apabila seluruh tahapan tersebut dijalankan secara bertanggung jawab, proyek Manyar berpotensi menjadi model ekonomi sirkular kelautan yang mengubah air laut menjadi sumber air industri, garam berkualitas tinggi, dan kemungkinan mineral bernilai tambah tanpa mengabaikan daya dukung lingkungan *. (Ali)*

BACA JUGA:  Bentrokan di Matraman Dalam Tewaskan Satu Orang, Diduga Berawal dari Cekcok di Warung Nasi Uduk

Acwa akan menangani pemilihan teknologi, desain teknis, struktur pembiayaan, rekayasa, pengadaan, konstruksi, operasi, pemeliharaan, pelatihan, serta transfer pengetahuan kepada tenaga PT GARAM dan perusahaan proyek.

PT GARAM akan memimpin penyiapan lokasi dan akses proyek, perizinan, koordinasi pemangku kepentingan, serta pengembangan pasar dan saluran komersial bagi air dan garam yang dihasilkan.

Pemulihan mineral laut lain dari aliran desalinasi juga sedang dipertimbangkan, tetapi pelaksanaannya masih bergantung pada studi kelayakan teknis, ekonomi, dan lingkungan.

Desalinasi SWRO membutuhkan listrik cukup besar, sedangkan pengambilan air laut dan pengelolaan brine berpotensi memengaruhi organisme serta keseimbangan salinitas perairan apabila tidak dirancang, diencerkan, dipantau, dan dibuang sesuai standar lingkungan.

Karena itu, nilai strategis proyek bukan hanya ditentukan besarnya investasi dan kapasitas produksi, melainkan juga efisiensi energi, sumber listrik rendah emisi, perlindungan ekosistem pesisir, keterlibatan masyarakat, transparansi perizinan, serta keberhasilan alih teknologi kepada tenaga kerja Indonesia.

Apabila seluruh tahapan tersebut dijalankan secara bertanggung jawab, proyek Manyar berpotensi menjadi model ekonomi sirkular kelautan yang mengubah air laut menjadi sumber air industri, garam berkualitas tinggi, dan kemungkinan mineral bernilai tambah tanpa mengabaikan daya dukung lingkungan *. (Ali)*

BACA JUGA:  Bentrokan di Matraman Dalam Tewaskan Satu Orang, Diduga Berawal dari Cekcok di Warung Nasi Uduk

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru