PDIP Kritik Bagi-bagi Sembako saat May Day, Ribka Tjiptaning: Tak Selesaikan Masalah Buruh

SulawesiPos.com – Ketua DPP PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning, mengkritik pembagian sembako kepada buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

Menurutnya, bantuan tersebut tidak mampu menyelesaikan persoalan mendasar yang dihadapi para pekerja.

“Kemarin saya lihat 1 Mei, buruh hanya dikasih sembako palingan harganya Rp 100.000. Tapi tidak menyelesaikan persoalan buruh. Outsourcing masih tetap outsourcing,” ujarnya dalam acara May Day yang digelar DPP PDIP, Minggu (3/5/2026).

Ribka menegaskan bahwa buruh tidak menuntut kemewahan, melainkan keadilan dan kesejahteraan yang layak.

Ia menilai negara belum sepenuhnya memenuhi tuntutan tersebut.

“Buruh hanya menuntut keadilan! Buruh hanya menuntut kesejahteraan! Tapi ini pun tidak diberikan oleh negara,” tegasnya.

Ia juga menilai kebijakan ketenagakerjaan saat ini belum berpihak pada buruh, bahkan mengibaratkan kondisi tersebut seperti masa kolonial.

Singgung Program Pemerintah

Dalam kritiknya, Ribka turut menyinggung sejumlah program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG).

BACA JUGA: 
PSM Makassar vs Bhayangkara FC Resmi Tanpa Penonton, Simak Alasan Keamanan dan Jadwal Lengkapnya

Ia mempertanyakan efektivitas program tersebut jika tidak dibarengi dengan penyediaan lapangan kerja dan jaminan kesejahteraan.

“Lebih baik dikasih MBG atau lapangan kerja? Lebih baik dikasih MBG atau kesehatan gratis?” katanya.

Diketahui, setelah perayaan May Day yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Monas, para buruh menerima paket sembako dalam bentuk goodie bag bertuliskan Istana Kepresidenan Republik Indonesia.

Paket tersebut berisi berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula, teh, kopi, mentega, susu kental manis, hingga sarden.

Salah seorang buruh mengaku menerima bantuan tersebut saat meninggalkan lokasi acara. “Tadi dikasih sama petugas pas balik,” ujarnya.

SulawesiPos.com – Ketua DPP PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning, mengkritik pembagian sembako kepada buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

Menurutnya, bantuan tersebut tidak mampu menyelesaikan persoalan mendasar yang dihadapi para pekerja.

“Kemarin saya lihat 1 Mei, buruh hanya dikasih sembako palingan harganya Rp 100.000. Tapi tidak menyelesaikan persoalan buruh. Outsourcing masih tetap outsourcing,” ujarnya dalam acara May Day yang digelar DPP PDIP, Minggu (3/5/2026).

Ribka menegaskan bahwa buruh tidak menuntut kemewahan, melainkan keadilan dan kesejahteraan yang layak.

Ia menilai negara belum sepenuhnya memenuhi tuntutan tersebut.

“Buruh hanya menuntut keadilan! Buruh hanya menuntut kesejahteraan! Tapi ini pun tidak diberikan oleh negara,” tegasnya.

Ia juga menilai kebijakan ketenagakerjaan saat ini belum berpihak pada buruh, bahkan mengibaratkan kondisi tersebut seperti masa kolonial.

Singgung Program Pemerintah

Dalam kritiknya, Ribka turut menyinggung sejumlah program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG).

BACA JUGA: 
PSM Makassar vs Bhayangkara FC Resmi Tanpa Penonton, Simak Alasan Keamanan dan Jadwal Lengkapnya

Ia mempertanyakan efektivitas program tersebut jika tidak dibarengi dengan penyediaan lapangan kerja dan jaminan kesejahteraan.

“Lebih baik dikasih MBG atau lapangan kerja? Lebih baik dikasih MBG atau kesehatan gratis?” katanya.

Diketahui, setelah perayaan May Day yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Monas, para buruh menerima paket sembako dalam bentuk goodie bag bertuliskan Istana Kepresidenan Republik Indonesia.

Paket tersebut berisi berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula, teh, kopi, mentega, susu kental manis, hingga sarden.

Salah seorang buruh mengaku menerima bantuan tersebut saat meninggalkan lokasi acara. “Tadi dikasih sama petugas pas balik,” ujarnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru