SulawesiPos.com – Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, menyatakan bahwa gaji guru di Indonesia seharusnya bisa mencapai setidaknya Rp5 juta per bulan.
Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi X DPR bersama forum guru dan asosiasi psikolog pada Selasa (7/4/2026).
Bonnie mengungkapkan, berdasarkan perhitungan sederhana, jumlah guru di Indonesia saat ini mencapai sekitar 3.470.000 orang.
”Saya pernah hitung, Pak, saya pernah hitung secara serampangan saja jumlah guru di Indonesia itu 3.470.000 kalau nggak salah, menurut data pusdatin per hari ini,” ujarnya, dikutip dari JawaPos, Sabtu (11/4/2026).
Dengan jumlah tersebut, Bonnie menghitung bahwa jika setiap guru menerima gaji Rp5 juta per bulan, maka total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp17 triliun per bulan.
Jika dikalkulasikan dalam setahun, angkanya mencapai sekitar Rp208 triliun.
”Berarti dikali 12, (sekitar) Rp 208 triliun (setahun). Itu kalau saya pukul rata 3.470.000 guru seluruh Indonesia digaji masing-masing Rp 5 juta,” jelasnya.
Menurutnya, angka tersebut masih berada dalam batas kemampuan anggaran negara, sehingga peningkatan kesejahteraan guru dinilai realistis untuk diwujudkan.
Komisi X DPR RI, lanjut Bonnie, memberikan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan kesejahteraan guru tanpa membedakan status, baik honorer maupun tetap.
Ia menegaskan bahwa seluruh anggota komisi sepakat bahwa guru harus mendapatkan kehidupan yang lebih layak.
”Kami di Komisi X ini 100 persen setuju guru harus makmur,” katanya.
Muncul Usulan Gaji Guru Hingga Rp15 Juta
Dalam forum yang sama, anggota Komisi X DPR lainnya, Once Mekel, bahkan mengusulkan angka yang lebih tinggi untuk gaji guru.
Menurut Bonnie, Once menilai gaji guru idealnya bisa mencapai Rp15 juta per bulan.
”Kalau kata teman saya tadi Once, Bang Once di belakang itu yang suaranya merdu, gaji guru itu minimal Rp 15 juta,” ujarnya.
Bonnie menegaskan, dengan kapasitas anggaran pendidikan yang ada, DPR siap mendorong kebijakan tersebut.
”Kalau gitu mari kita wujudkan kesejahteraan guru dan kami di Komisi X mendukung 1.000 persen tanpa korting kepada guru-guru seluruh Indonesia,” tegasnya.

